Jangan Remehkan Informasi pada Label Makanan Kemasan

Seiring dengan berkembangnya dunia kuliner dan industri pangan, kita juga harus makin cerdas dan cermat dalam memilih makanan. Di antaranya, dengan selalu membaca informasi detil pada label makanan kemasan.

Masih banyak konsumen yang enggan membaca label makanan secara mendetil. Umumnya orang hanya mencari tanggal kadaluarsa saat membeli makanan kemasan. Padahal bukan hanya batas expired saja, konsumen juga harus mencermati informasi penting lainnya yang tertulis di sana.

Nah, supaya tidak menyesal membeli produk kuliner dalam kemasan, 3 hal berikut harus dicermati pada setiap label makanan. Jika tidak tercantum atau meragukan, kita harus mewaspadai makanan kemasan tersebut ya.

3 Hal Penting yang Wajib Ada pada Label Makanan

1. Informasi utama 

Pada setiap label pasti terdaftar nama produk, berat bersih, nama produsen atau distributor, alamat dan nomor pendaftaran. Nomor pendaftaran yang tertera merupakan nomor persetujuan Badan Pengawas Obat & Makanan RI (BPOM) terkait keamanan konsumsi makanan tersebut yang terdiri dari 15 digit angka. Persetujuan yang sudah diberikan BPOM tersebut bisa dilihat dari informasi seputar mutu, gizi dan label pangan. Hati-hati membeli produk makanan kemasan yang tidak mencantumkan nomor pendaftaran dari badan resmi Pemerintah ini.

2. Informasi nilai gizi

Jangan mudah terkecoh pada label makanan yang memberikan jargon sehat, alami atau tanpa gula tambahan. Ya, Kuliks tetap harus membaca ulasan lengkap seputar nilai gizi produk makanan kemasan. Dalam informasi gizi tersebut tertera takaran saji dan energi total dengan satuan Kkal. Lalu, lemak total tertulis angka-angka lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, kandungan protein, karbohidrat terdiri serat dan gula. Kandungan natrium dan kalium juga tercantum dan wajib diperhatikan agar tidak kelebihan konsumsi zat gizi tertentu, terutama bagi yang sedang diet atau pantangan zat tertentu karena sakit.

3. Informasi tambahan lain

Pada informasi tambahan, konsumen muslim khususnya harus mencermati apakah ada logo halal dari LPPOM MUI, yang menjamin penganan kemasan tersebut sudah teruji keamanan dan kehalalannya. Selain itu, ada  tanggal kadaluarsa, kode produksi, komposisi (ingredients), cara penyajian atau penyimpanan. Ada pula peringatan jika mengandung bahan tertentu, seperti alkohol, daging babi, atau allergen.

Perhatikan semua informasi yang tertera dengan seksama ya, agar Kuliks bisa memilih produk makanan sesuai kebutuhan dan tidak menyesal saat membeli produk kuliner tersebut.

So, label makanan sebenarnya membantu kita menentukan konsumsi produk makanan yang tepat. Bacalah secara teliti agar tidak salah mengonsumsi. Label informasi ini juga perlu diperhatikan agar tidak salah memberikan jenis makanan yang ditujukan untuk orang dewasa atau anak-anak. Jika memang hendak diberikan kepada anak-anak, cek label sekali lagi untuk memastikan pemberian porsi yang sesuai.

-Cemil-

Baca juga yuk ulasan tentang pangan organik.

Ada komentar? Silakan...