Yuk, Serbu Kuliner Nusantara di Festival Jajanan Bango (FJB) 2018

Jika mendengar kata festival, yang terbayang pasti kemeriahan. Begitu pun Festival Jajanan Bango (FJB) yang diselenggarakan oleh salah satu merek  kecap ternama di Tanah Air, Kecap Bango. Suasana di festival ini terasa meriah, tapi tetap tertata rapi.

Perhelatan FJB adalah agenda rutin tahunan yang diadakan oleh Kecap Bango di beberapa kota. FJB tahun ini diadakan di 2 kota, Jakarta dan Makassar. Di Jakarta, festival ini berlangsung pada 14-15 April 2018 dengan mengambil tempat di Park and Ride Thamrin 10, Jl. MH Thamrin, Jakarta.

Saya datang ke acara yang mengangkat kuliner Nusantara ini bersama keluarga, sekalian berjalan-jalan pagi di area Car Free Day yang biasa diadakan hari Minggu pagi di area Thamrin-Sudirman.

Untuk masuk ke acara festival, pengunjung diharuskan membeli tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang.  Tiket masuk ini diberikan bersama kipas serta dapat ditukarkan dengan botol Kecap Bango ukuran 135 ml di akhir acara. Di acara ini beberapa sponsor (Grup Unilever) juga membagi-bagikan sample produknya.

Saat memasuki area FJB, pengunjung disambut oleh penerima tamu yang berpakaian daerah, yang melambangkan bahwa Kecap Bango telah tersebar dari Sabang sampai Merauke dan dipakai untuk segala jenis masakan daerah. Tampak juga ada beberapa spot untuk berfoto, serta spot untuk “main tebak-tebakan” bumbu dapur.

Puluhan Menu Kuliner Nusantara di FJB

Acara FJB yang diadakan di area terbuka (outdoor) ini, memberikan banyak pilihan menu kuliner Nusantara. Mulai hidangan pembuka/camilan, makanan utama sampai dengan hidangan penutup, dijual pada rentang harga ramah kantong, antara Rp. 5.000 sampai Rp. 50.000 per porsi. Promosi Grup Unilever juga sayang jika dilewatkan, yaitu berupa air mineral Pure It dan es krim Walls. Gratis!

Kabarnya, ada 80 pilihan menu yang tersedia di FJB. Dari puluhan menu itu kami tertarik mencicipi masakan Mie Cakalang dan Pindang Iga. Untuk mie cakalang-nya menggunakan mie yang bertekstur agak besar seperti untuk mie Aceh, yang diolah dengan menggunakan cakalang asap dan bumbu rempah yang gurih, terasa ikannya. Tekstur mie yang besar bikin agak kenyal saat dikunyah. Harga per porsi menu ini Rp. 35.000.

Iga atau rusuk sapi memang bisa diolah menjadi aneka bentuk masakan. Tapi ini pertama kalinya kami makan iga yang diolah menjadi pindang. Rasa kuah pindang iga ini pedas, gurih dengan sedikit rasa asam tapi terasa segar. Apalagi dengan adanya potongan nanas sebagai topping sajiannya. Daging iganya empuk. Tidak perlu bergulat mengunyah maupun kesulitan melepaskan daging dari tulangnya.

Menu enak ini dijual dengan harga jual Rp. 35.000 per porsi, dan disajikan bersama nasi hangat.

Festival Jajanan Bango 2018 di Jakarta memang sudah lewat serta meninggalkan kesan dan cerita kuliner tersendiri bagi pengunjungnya. Nah, masih ada FJB yang akan diadakan di Makassar tanggal 5-6 Mei ini di Lapangan Karebosi, Makassar. Ayo warga Makassar, jangan sampai ketinggalan ya…

-Nad-

Mau tau acara kuliner lainnya ? Baca infonya deh di Event Kuliner 2018.

Ada komentar? Silakan...