Icip-icip Masakan Aceh di Jambo Kupi

Suatu hari ada teman yang bercerita tentang rumah makan penjual mie Aceh yang jadi favoritnya. Nama tempatnya Jambo Kupi, tepatnya berlokasi dekat komplek Angkatan Laut Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ternyata resto ini adalah tempat yang sering saya lihat melalui jendela KRL saat melintasi Pasar Minggu. Tempat yang tampak selalu dipenuhi parkir mobil dan motor.



Akhirnya, kemarin, saya dan suami “tidak sengaja” mampir ke Jambo Kupi ini. Mampir untuk beristirahat sejenak dari kemacetan parah akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak pagi hari.

Masuk ke Jambo Kupi, bagian depan resto ini adalah ruang makan smoking area yang bersebelahan dengan dapur terbuka. Di situ terdapat etalase yang berisi aneka macam masakan.

Saya memilih duduk di dalam di non smoking area yang berada di bagian belakang resto. Pada salah satu dinding dipasang cermin sehingga ruangannya terlihat luas. Tampak meja dan kursi kayu sebagai interior ruangan resto yang membuat ruangan terasa cozy dan nyaman.

Mencicipi Aneka Menu Jambo Kupi

Setelah membaca buku menu, saya memesan mie goreng daging dan es timun serut, sedangkan suami memesan nasi goreng spesial dan jus jambu. Menu di Jambo Kupi beragam, selain mie Aceh dan nasi goreng Aceh, ada nasi gurih, nasi briyani, roti cane, martabak aceh serta jajanan khas Aceh. Karena penasaran, saya menambah pesanan untuk dibawa pulang, yaitu martabak daging.


Minuman kami pun datang. Suami langsung menyeruput jus jambu pesanannya. Menurut dia jusnya terlalu encer, sehingga tidak terasa jambunya. Saya mencoba es timun serut yang menurut orang-orang rasanya segar. Tapi saya kurang cocok dengan rasanya. Mungkin saya tidak familiar dengan minuman ini jadi menurut saya agak aneh. Selain itu, timun serutnya terlalu banyak.

Setelah menunggu hampir 15 menit, makanan kami diantar ke meja. Mie goreng yang masih mengepul itu terlihat enak, terlebih potongan dagingnya terlihat besar-besar. Saya aduk-aduk mie untuk menghilangkan uap panasnya. Pada suapan pertama yang saya rasakan adalah rasa pedas. Bumbu-bumbu khas mie Aceh seperti kapulaga, tidak begitu terasa. Suapan-suapan berikutnya juga sama, rasa mie gorengnya lebih dominan pedas daripada aroma rempah-rempahnya. Saya yang terbiasa makan mie aceh dengan bumbu rempah yang medok, kurang cocok dengan rasa mie Aceh dari restoran ini.

Suami saya berkomentar yang sama tentang nasi gorengnya. Rasa dan aroma bumbunya tipis. Saat saya cicipi  sendiri, rasa nasi gorengnya tidak sepedas mie goreng. Nasi goreng spesial ini berisi daging, udang dan tambahan telur dadar. Bisa dibilang, kedua makanan yang kami pesan agak pelit bumbu rempah-rempah.

Nasi goreng spesial dan mie goreng dibanderol dengan harga masing-masing Rp 35.000 dan Rp 30.000. Untuk minuman es timun serut dan jus jambu harganya Rp 12.000 dan Rp. 15.000. Oya martabak daging yang saya bawa pulang dibanderol dengan harga Rp. 25.000.

-SQ-

Kalau mau makan mie ayam, coba yuk di resto Imperial Kitchen.

Review Jambo Kupi
  • Suasana
  • Kenyamanan
  • Makanan/Minuman
  • Harga

Ada komentar? Silakan...