Imperial Kitchen & Dimsum Resto

Promo grand re-opening resto Imperial Kitchen & Dimsum di Pejaten Village Mall (Penvil), Jakarta Selatan sukses menarik banyak pengunjung termasuk saya. Saat itu menu promo yang diiklankan adalah Mie Ayam Cha Siew dan Nasi Goreng Yang Chow masing-masing menjadi Rp18.888 sebelum pajak. Karena mal ini dekat dengan rumah, saya pun mengajak keluarga mampir ke sini mencicipinya.

Suasana resto Imperial Kitchen & Dimsum masih terasa baru.  Dekorasi dan furnitur-nya masih tampak segar, mungkin karena baru dibuka kembali, dan pengunjungnya ruameeeee… Tempat yang berada di Lantai 2 Penvil ini kira-kira dapat menampung sekitar 70-80 pengunjung dan terlihat padat merayap. Bahkan ada pula pengunjung yang berdiri mengantri di waiting list. Padahal saat itu sudah bukan jam makan siang (kami datang sekitar jam 4).

Menu Promosi Imperial Kitchen & Dimsum

Saya memesan 1 porsi tahu goreng saus telur asin, menu mie ayam cha siew dan nasi goreng yang chow yang sedang promo, dengan minuman 1 strawberry milkshake dan 1 es cendol.

Entah karena sedang rame banget atau memang masaknya yang lama, pesanan yang pertama datang mie ayam cha siew muncul setelah sekitar 10 menit menunggu. Mie-nya lembut, sedikit gurih, dilengkapi dengan ayam panggang di atasnya yang rasanya tidak manis seperti biasanya topping mie ayam, serta tambahan sayur pok coy rebus yang menurut saya agak overcooked jadi tampak layu. Kuah mie disajikan di mangkuk terpisah, rasanya gurih namun tidak eneg. Satu porsi mie ini menurut saya pas dan mengenyangkan.

Lima menit setelah mie, keluarlah menu berikut yaitu nasi goreng yang chow. Nasi goreng ini berisi potongan udang, ayam, telur orak arik dan irisan sayur. Rasa bumbu dasar bawang putih terasa di lidah bercampur aneka bumbu dan rempah khas masakan Tiongkok. Porsinya banyak dan cukup dinikmati untuk ber-2.

Tak lama sesudah itu, keluar menu Tahu Goreng Saus Telur Asin. Jujur, saya agak kaget saat menu ini diantar ke meja. Karena di luar ekspektasi, potongan tahunya kecil-kecil banget, sekitar 2x2x2cm, digoreng kering dengan bagian tengah kosong (seperti tahu pong), lalu disiram saus telur asin yang terbilang melimpah untuk jumlah tahu yang sedikit. Beruntung rasa saus telur asinnya enak, gurih, tidak terlalu asin, masir telur asinnya masih terasa tapi tidak eneg. Untuk harga Rp. 32.900/porsi sebelum pajak dan service resto, menurut saya menu ini agak mengecewakan.

Aneka Minuman Imperial Kitchen & Dimsum

Dapur bagian pembuat minuman di Imperial Kitchen & Dimsum dipisahkan dengan bagian masak. Entah lupa dipesankan atau bagaimana, minuman pesanan tak kunjung datang. Minuman akhirnya datang setelah ditanyakan kembali. Untuk es cendol, rasa manis gurihnya pas, tidak kebanyakan santan, gula maupun es. Cendolnya pun halus lembut plus ketika diaduk rata rasanya pas dan sesuai dengan harga yang dibanderol Rp. 18.900 sebelum pajak dan service resto.

Sementara untuk milkshake strawberry, secara keseluruhan oke lah, rasa strawberry dan susunya pas. Tidak terlalu manis, tidak eneg, walaupun terasa bahwa strawberrynya bukan dari buah asli, dan es yang diblender pun masih ada yang terasa beberapa butir es (alias tidak halus memblendernya). Untuk harga minuman ini Rp21.900 sebelum pajak dan service charge sebenarnya saya berharap lebih dari ini. Minimal gelasnya yang besar 😀

Mungkin jika tidak terlalu ramai, kapan-kapan mau coba datang lagi untuk mencicipi aneka dimsum yang di buku menu tampak menggiurkan…

-Nad-

Ada komentar? Silakan...