Resep Asyik

Dendeng Balado… Lamak Bana!

Saat tiba hari raya Idul Adha, hampir semua hidangan di rumah-rumah didominasi menu daging, baik daging kambing/domba maupun daging sapi hasil qurban. Qurban hakikatnya bukan dilihat dari seberapa besar ataupun mahalnya hewan yang diqurbankan, tapi yang penting adalah niat berbagi dan keikhlasannya. Hikmahnya, semua orang dapat menikmati lezatnya menyantap daging, yang mungkin selama ini tidak terjangkau kalangan tertentu.

Selepas Idul Adha yang lalu, saya punya persediaan beberapa gram daging sapi di lemari es. Ini membuat saya mencari ide resep daging yang akan dimasak. Kebetulan seorang teman membuat Dendeng Balado khas Minang, yang di-upload di akun sosmed miliknya sehingga menginspirasi saya untuk membuatnya. Cuss saya langsung masak menu ini di dapur dengan mengadaptasi resep “Decil”, begitu saya memanggil teman saya, ditambah beberapa modifikasi.

So, mari kita olah daging sapi jadi Dendeng Balado.

Resep Dendeng Balado

Bahan-Bahan :

  • 500 gram daging sapi
  • 1/4 cabai keriting
  • 10 siung bawang merah keriting
  • 1/2 sdt ketumbar
  • 4 siung bawang putih
  • 2 lembar daun salam
  • Secukupnya air
  • Secukupnya minyak
  • Secukupnya gula
  • Secukupnya garam
  • 1/2 buah jeruk nipis

Cara Membuat Dendeng Balado:

  1. Cuci bersih daging sapi lalu rebus dengan air dan tambahkan daun salam. Rebus sampai daging empuk sekitar kurang lebih 1-2 jam. Buang buih-buih yang berwarna coklat.
  2. Rebus cabai merah dan bawang sampai layu kemudian haluskan atau ulek kasar lalu sisihkan.
  3. Haluskan bawang putih dan ketumbar lalu sisihkan.
  4. Angkat dan tiriskan daging lalu tunggu sampai daging sudah tidak panas. Potong-potong daging agak tebal lalu geprek dengan ulekan atau tumbuk agar nantinya bumbu dapat menyerap ke dalam. Lakukan sampai daging habis.
  5. Lumuri daging dengan bumbu halus (bawang putih & ketumbar) secara merata. Sisihkan.
  6. Panaskan minyak lalu goreng daging sebentar saja. Ini tergantung selera, lebih senang yang garing atau masih agak basah. Goreng sampai daging habis. Sisihkan.
  7. Panaskan 5-7 sdm minyak goreng kemudian tumis cabai yang telah diulek kasar sampai harum menggunakan api kecil. Masukkan garam, gula kemudian air perasan jeruk nipis. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan bau langu pada cabai.
  8. Cicipi rasa, jika sudah dirasa pas, masukkan daging sapi yang sudah digoreng tadi Aduk rata.
  9. Matikan api. Terus aduk rata agar cabai menyatu dengan daging.

 

Untuk yang lebih suka dendeng garing, kunci kegaringan yang tahan lama adalah saat proses menggoreng yaitu : gunakan minyak yang cukup banyak dengan api sedang cenderung kecil, lalu goreng daging yang sudah dipipihkan hingga warnanya berubah cokelat keemasan dan teksturnya terasa kaku serta ringan saat dibalik.

​Terakhir, saat mencampurkan dengan sambal balado yang khas, pastikan tumisan sambal sudah benar-benar dingin atau minimal berada di suhu ruang. Mencampurkan daging saat sambal masih panas justru akan membuat kelembapan terperangkap dan tekstur dendeng yang tadinya garing berubah menjadi lembek.

Nyam nyam.. Jadi deh! Nah mudah ternyata ya membuat Dendeng Balado khas Minang yang lamak bana…  Pasti semua suka 😉. Selamat mencoba Kuliks.

  • Waktu memasak: 2 jam
  • Porsi : 4 orang

-Ra-

KuAs

Semua tentang kuliner ada di sini!

5 komentar pada “Dendeng Balado… Lamak Bana!

  • Aduuuh ini dendeng batokok adalah salah satu menu favorit kalau makan di warung nasi padang langganan. Enaaak banget soalnya. Eh malah muncul resepnya, waah rejeki banget bisa mencob abikin di rumah deh.

    Balas
  • Ini bukan seperti dendeng manis yang dijual itu ya kak? Dagingnya lebih tebal dan empuk, dicampur sambal balado…sepertinya perlu dicoba nih resepnya. Terima kasih sharingnya.

    Balas
    • KuAsPenulis Pos

      Bukan dendeng manis kemasan siap makan. Dendeng balado masakan Padang kak, banyak dijual kok di RM Padang

      Balas
  • Menu ini sepertinya tidak selalu ada di RM Padang ya mbak. Terutama yg padang sederhana betulan, bukan Sederhana yg ntu hehehe. Aku pernah nyicip dan sukaaaa.. Btw, meski tidak merayakan idul adha, tempo hari saya juga dapat daging sapi dari tetangga. Wah coba pas dagingnya masih ketemu resep ini ya.. Bisa dicoba hehehe

    Balas
  • Tiap Idul Adha saya kadang bingung mau ngolah daging bagaimana lagi. Pas baca artikel ini langsung, “nah, ini resep belum pernah dicoba, nih.” Apalagi sebagai penggemar makanan pedas, ngiler banget lihat yang merah-merah merona gitu.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *