Kuliner Wonosobo dan Dieng yang Unik

Kuliner Wonosobo yang asyik apa aja ya? Mungkin banyak wisatawan pengunjung Dieng dan Wonosobo yang juga mencari-cari makanan khas di sana sambil menikmati keindahan alamnya. Dieng, sebuah dataran tinggi yang terkenal dengan julukan negeri di atas awan, terletak di antara Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah. Saat long weekend dalam rangka Idul Adha yang lalu, saya dan suami berlibur ke sana. Berikut saya share 3 macam kuliner Wonosobo dan Dieng yang harus dicoba jika berwisata ke sana.

1. Mie Ongklok Pak Muhadi

Di Wonosobo dan Dieng akan banyak ditemui penjual makanan berbahan dasar mie. Salah satunya yang cukup terkenal adalah Mie Ongklok Pak Muhadi yang terletak di jalan T. Jogonegoro No. 1, Wonosobo.

Pada dasarnya ongklok merupakan alat dari bambu yang digunakan untuk merebus mie tersebut. Yang membedakan mie ongklok dengan mie ayam biasa adalah pada kuahnya. Mie ongklok diberi kuah kental yang terbuat dari kanji. Selain itu, mie ongklok biasa disajikan dengan sate sapi berbumbu kacang. Satu mangkok mie ongklok terdiri atas mie, kol, daun kucai yang disiram dengan kuah loh (istilah kuah mie ongklok) dan bumbu kacang, tak lupa ditaburi dengan bawang goreng.

Mie Ongklok dan Sate Sapi

Pertama kali melihat penampilan mie ongklok saya agak ragu untuk memakannya. Saya berpikir kalo rasanya pasti aneh. Tapi memang benar pepatah: never judge a book by its cover. Saya aduk-aduk mie sehingga mie dan kuahnya tercampur. Pada suapan pertama saja ternyata rasanya enak. Bayangan kuah kanji akan aneh, tidak terasa sama sekali. Rasa kuahnya manis dan sedikit gurih karena ada campuran ebi pada bumbunya. Mienya lumayan tipis dan lembut. Sate sapinya juga empuk dan enak. Perpaduan yang pas. Mie ongklok dan sate sapi ini harganya sekitar Rp 25.000-an.

2. Manisan Carica Garden

Carica adalah buah endemik di Dieng. Pohon dan buahnya menyerupai buah pepaya, namun ukuran buahnya lebih kecil dan pohonnya bercabang banyak. Jika dikupas daging carica berwarna kuning dengan biji menyerupai biji buah markisa. Buah carica ini biasa diolah menjadi manisan yang direndam dalam sirup dan keripik.

Carica menjadi oleh-oleh yang wajib jika berkunjung ke Dieng. Biasanya manisan carica dikemas dalam botol kaca atau cup plastik kecil. Satu dus manisan carica seharga Rp. 30.000 yang berisi 12 cup kecil. Sirup yang merendam carica ini rasanya manis sekali menurut saya. Tapi rasa buahnya enak.

Bagi yang tidak terlalu suka manis, manisan buah carica ini dapat dicampurkan pada es buah.

3. Aneka Olahan Kentang

Kentang merupakan sayur yang paling banyak ditanam oleh petani Dieng. Di setiap obyek wisata di Dieng akan banyak kita jumpai penjual kentang goreng. Kentang goreng yang ditawarkan dengan harga Rp5.000 ini diberi tambahan bubuk tabur.

Saya paling suka kentang goreng yang dijajakan di komplek Candi Arjuna, karena kentangnya matang sempurna hingga ke bagian tengah. Selain itu, sebelum menyajikan kentangnya, penjual menyuruh saya mencicipi terlebih dahulu untuk mengetes panasnya. Jika dirasa kurang panas, maka penjual akan menggoreng kentangnya kembali. Ini dilakukan karena suhu Dieng yang sangat dingin, sehingga gorengan menjadi cepat dingin meski baru diangkat dari penggorengan.

Olahan kentang kedua adalah kentang kecil yang dimasak menyerupai semur. Semur kentang ini hanya dijajakan di obyek wisata Bukit Sikunir. Rasanya enak, perpaduan manis dan pedas. Semur kentang khas WWonosobo ini dijual dengan harga Rp5.000.




Itulah 3 macam kuliner Wonosobo dan Dieng yang asyik untuk dicicipi. Murah meriah dan enak… sambil menikmati pemandangan alam dari sekitar 2000m di atas permukaan laut. Ada yang mau menambahkan? Silakan tulis di kolom komentar yaa..

-SQ-

Ada komentar? Silakan...