Remboelan, Indonesian Soulfood

Hai pecinta kuliner Indonesia… Saya mau ajak mengintip restoran asyik yang mengusung konsep Indonesian Soulfood. Dari konsepnya saja pasti sudah terbayang berbagai macam masakan dari seluruh penjuru nusantara yang enak-enak.

Remboelan, nama yang unik dan cantik untuk sebuah restoran. Restoran ini berdiri sejak akhir tahun 2011 dan memiliki enam cabang yang tersebar di Jakarta, yaitu di Plaza Senayan, Pondok Indah Mall, Senayan City, Mall Kota Kasablanka, Gandaria City serta yang terbaru di Mall Kelapa Gading. Review kali ini adalah untuk Remboelan yang berlokasi di Mall Kota Kasablanka.

Interior Remboelan di Kota Kasablanka didominasi oleh aksen kayu dengan hiasan lampu etnik di langit-langit. Terdapat dua ruangan makan, indoor dan semi outdoor. Untuk melengkapi fungsinya restoran ini juga memiliki dua meeting room.

Jangan harap bisa langsung dapat tempat duduk kalau berkunjung pada saat jam makan, karena resto ini pasti ramai sekali. Meski demikian, beberapa kali berkunjung, saya tidak pernah menunggu sampai setengah jam saat mengantri. Selain itu, pelayan di sini ramah-ramah dan selalu sigap.

Makanan dan minuman yang ditawarkan oleh Remboelan resto ini sangat beragam, dari appetizer, main dish, sayuran hingga cemilan dari berbagai daerah tersedia disini. Karena saya sedang ingin makan nasi kuning, maka kali ini saya memesan nasi kuning risjtafel. Beberapa menu lain yang juga dipesan adalah nasi bakar tongkol asap cabe hijau, tongseng kambing, lontong cap gomeh, tahu susur sebagai appetizer dan es podeng untuk dessert.

Di Remboelan, tahu susur adalah nama lain dari tahu isi. Tahu susur diisi dengan sayuran berupa wortel, toge dan daun bawang serta diberi tambahan udang. Satu porsinya terdiri dari 2 buah tahu yang dipotong menjadi 2 dan disajikan dengan sambal botol. Porsi yang sedikit.

Beberapa menu makanan Remboelan

Nasi kuning risjtafel disajikan di piring besar yang memiliki beberapa tempat lauk. Seperti nasi kuning pada umumnya, lauk pendampingnya ada kering tempe, bihun goreng, empal, telur dadar rawis, perkedel, tak ketinggallan sambal dan acar. Nasinya pulen namun kurang gurih dan empalnya kemanisan, menurut saya.

Nasi bakar tongkol asap cabe hijau merupakan favorite dish di restoran ini. Aroma daun pisang yang menyatu dengan gurihnya nasi dan pedasnya tongkol asap cabe hijau menambah nikmat menu ini. Tak heran nasi ini menjadi menu favorit.

Remboelan favorite dish

Tidak seperti restoran lain, lontong cap gomeh disini disajikan dengan kuah yag terpisah. Lontong, suwiran ayam, sambal goreng hati, telur pindang dan sayur ditata dalam piring tanah liat yang cekung bagian tengahnya sedangkan kuahnya di tempat tersendiri. Sama seperti empal pada nasi kuning risjtafel, lontong cap gomeh ini rasanya cenderung manis.

Sebagai penutup saya memilih es podeng, yang isinya ada podeng, alpukat, ketan hitam, nangka disajikan bersama es puter dan diberi taburan roti tawar, kacang tanah dan meses. Es podeng ini disajikan dalam gelas kecil, sehingga agak susah untuk memakannya.

Soal harga, pengunjung resto di sini harus merogoh saku cukup besar. Kisaran harga untuk menu nasi/mie adalah Rp40 ribuan, menu makanan (lauk/sayur) Rp40 ribu – Rp200rb, untuk camilan dan appetizer Rp30 ribuan, dan untuk minuman es kisaran harganya juga Rp30 ribuan. Mantap yah.. :))

Remboelan bisa menjadi pilihan asyik jika ingin makan makanan dari berbagai daerah di Indonesia dengan rasa dan pelayanan yang memuaskan. Namun, jangan lupa siapkan uang banyak untuk menikmati itu semua. Ya.. kira-kira paling minim banget, kita harus menyediakan budget Rp150.000 perorangnya.

-SQ-

6 tanggapan untuk “Remboelan, Indonesian Soulfood

  • Juli 26, 2017 pada 9:18 pm
    Permalink

    untung aku baca post inii sesudah magrib, coba kalau pas puasa siang tadi,hadeuh, kemecer aku ha ha ha. lontong sama tongkol bakarnya ituh lho…. hadeuh ngiler ni

    Balas
    • Juli 27, 2017 pada 6:17 pm
      Permalink

      Hihihi.. bikin laper ya mbak.

      Balas
    • Juli 27, 2017 pada 6:18 pm
      Permalink

      Terjangkau kalangan tertentu pak :))

      Balas
  • Juli 28, 2017 pada 6:38 pm
    Permalink

    Wah jadi pengeeeeen.. Tongkol asapnya sepertinya enak ya 😛

    Balas
    • Juli 29, 2017 pada 5:55 am
      Permalink

      Iya mbak, menu favorit tuh..

      Balas

Ada komentar? Silakan...