3 Minuman Khas Minang yang Wajib Dicoba Para Pelancong


Salah satu kearifan lokal Ranah Minang dapat dirasa lewat sajian ragam kuliner di Sumatera Barat. Di berbagai kota, misalnya Bukittinggi, tak hanya makanan seperti Pecal Ayang yang wajib dicicipi. Aneka minuman khas Minang di sana juga gak boleh terlewatkan.

Apa saja minuman panas maupun dingin di kota yang terkenal dengan ikon jam gadangnya itu? Ini dia 3 minuman khas Minang di Bukittinggi yang recommended buat para pelancong.

Minuman Khas Minang yang Ada di Bukittinggi

1. Teh Talua

Talua dalam bahasa Minang artinya telur. Jadi, teh talua adalah teh yang dicampur dengan telur. Teh talua punya penampilan yang unik, bagian dasar berwarna putih, bagian tengah berwarna coklat pekat dengan busa di bagian atasnya. Rasanya mirip teh tarik, dan tidak amis meski menggunakan telur. Konon teh talua dipercaya dapat meningkatkan stamina.

teh-talua-khas-minang
Teh Talua

Pada proses pembuatan teh talua, kuning telur ayam kampung dikocok hingga berbusa dan matang. Kemudian teh hitam yang panas dituang ke dalam kocokan telur tesebut. Sebagai pemanis, digunakan gula/ susu kental manis. Sedikit perasan jeruk nipis ditambahkan untuk menghilangkan bau amis telur.

Teh talua banyak dijajakan di kawasan kuliner di bawah jembatan Limpapeh atau di dekat Monumen Polisi Wanita pada malam hari. Harganya Rp 9.000/gelas.

2. Es Tebak

Meski namanya lucu, es ini rasanya enak dan mampu menghilangkan dahaga. Tebak adalah semacam cendol khas Minang yang terbuat dari campuran tepung beras, tepung sagu dan air kapur sirih. Tekstur tebak cenderung lebih keras dari pada cendol di Jawa. Tebak kemudian dicampur dengan tape, potongan roti tawar, cincau dan kolang kaling, disiram dengan sirup merah dan susu kental manis. Rasanya enak dan segeerr

es-tebak-1
Penjaja Es Tebak
Es-tebak-2
Es Tebak segar …

Es tebak bisa dijumpai di Pasar Atas pada siang hari atau di bawah jembatan Limpapeh pada malam hari.


3. Ampiang Dadiah

Minang punya yogurt tradisional bernama dadiah. Dadiah terbuat dari susu kerbau yang difermentasi didalam batang bambu. Di dalam batang bambu inilah ada kapang/bakteri yang akan membantu susu berfermentasi. Selain dinikmati langsung, dadiah juga bisa dicampur dalam masakan atau dijadikan minuman.

dadiah-yoghurt-minang
Dadiah di dalam bambu sebagai bahan pembuat Ampiang Dadiah


Minuman khas Minang yang menggunakan dadiah dikenal dengan sebutan Ampiang Dadiah, yaitu perpaduan antara dadiah, ampiang/ emping beras, gula jawa dan taburan kelapa parut. Rasa minuman dingin ini enak, manis dan sedikit asam. Rasa dadiahnya tidak seasam yogurt pada umumnya.

Ampiang-dadiah-khas-minang
Ampiang Dadiah

Seporsi ampiang dadiah dijajakan seharga Rp15.000 dan dapat ditemukan di Pasar Atas Bukittinggi.

-SQ-

Ada komentar? Silakan...