Daun Kelor Sumber Kalsium? Ini Faktanya!
Wacana penggunaan daun kelor sebagai bahan alternatif pengganti susu sapi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat menjadi perhatian publik. Jadi, rencananya, untuk daerah yang bukan merupakan sentra sapi perah, substitusi nutrisi akan disesuaikan. Protein akan digantikan dengan telur, sementara kalsium katanya dapat diperoleh dari daun kelor. Wacana ini dilontarkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana (kompas.com).
Lalu bagaimana faktanya?
Pohon kelor tumbuh secara luas di berbagai wilayah tropis dan subtropis, termasuk di kawasan Afrika, Amerika Latin, serta Asia. Menurut pernyataan National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008, tanaman ini telah dimanfaatkan oleh beragam komunitas etnis tradisional sebagai obat alami untuk menangani ratusan gangguan kesehatan. Bahkan, dalam praktik pengobatan Ayurveda dari India yang telah berlangsung sejak ribuan tahun silam, disebutkan bahwa daun dari tanaman kelor diyakini mampu membantu mengatasi lebih dari 300 jenis penyakit (Wikipedia).

Sebagian besar orang mengenal daun kelor terkait dengan berbagai cerita mistis di masyarakat. Banyak yang percaya kalau daun ini punya kekuatan untuk menangkal energi negatif seperti mengusir makhluk halus. Dalam beberapa tradisi, daun kelor kerap digunakan dalam ritual tertentu untuk membersihkan aura atau melindungi seseorang dari gangguan supranatural. Apakah Kuliks pernah punya pengalaman tentang hal ini?
Kandungan Gizi Daun Kelor
Kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman yang daunnya telah lama dikenal sebagai “superfood” karena kandungan gizinya yang luar biasa. Daun kecil berwarna hijau ini selain digunakan dalam pengobatan tradisional dan juga menjadi bagian dari berbagai hidangan sehat di banyak negara. Salah satu kandungan penting pada tanaman ini adalah kalsium.
Penelitian menunjukkan bahwa daun kelor, baik segar maupun kering, mengandung kalsium yang cukup tinggi. Dalam bentuk tepung, 100 gram daun kelor bisa mengandung 2.003 mg kalsium (Jurnal Nutrisia). Sebagai perbandingan, dalam 100 ml susu sapi terkandung sekitar 125 mg kalsium. Ini menunjukkan bahwa daun ini dapat menjadi alternatif bagi mereka yang tidak bisa atau tidak ingin mengonsumsi produk susu, seperti vegan atau orang yang memiliki intoleransi laktosa.

Moringa oleifera tidak hanya mengandung kalsium, tetapi juga sarat akan nutrisi penting lainnya. Kandungan vitamin C-nya jauh melampaui jeruk, bahkan mencapai tujuh kali lebih banyak. Begitu pula dengan vitamin A, yang empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan wortel, serta kalium yang tiga kali lipat lebih banyak daripada yang terdapat dalam pisang. Kombinasi kandungan tersebut membuat daun berwarna hijau terang ini layak disebut sebagai superfood yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Selain itu, daun kelor memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, yang bermanfaat dalam mencegah penyakit kronis seperti jantung, diabetes, dan kanker (rri.co.id). Sebagai sayuran hijau, tentunya daun ini juga mengandung mineral dan serat yang dibutuhkan untuk kesehatan pencernaan.
Manfaat Kalsium
Mengapa kalsium dibutuhkan oleh tubuh sehingga menjadi salah satu unsur penting yang harus dipenuhi pada program MBG? Berikut berbagai manfaat kalsium untuk tubuh.
1. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi
Kalsium dalam membantu menjaga kepadatan tulang dan gigi. Ini sangat penting untuk mencegah osteoporosis dan menjaga kesehatan gigi hingga usia tua.
2. Mendukung Fungsi Otot dan Saraf
Kalsium juga berperan dalam kontraksi otot dan transmisi sinyal saraf. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan kram otot, kelelahan, dan masalah neurologis.
3. Menjaga Kesehatan Jantung
Kalsium membantu mengatur detak jantung dan tekanan darah. Konsumsi kalsium yang cukup dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
4. Membantu Metabolisme Tubuh
Selain untuk tulang, kalsium juga berperan dalam berbagai proses metabolisme tubuh, termasuk produksi enzim dan hormon yang penting untuk keseimbangan tubuh.
Cara Mengonsumsi Daun Kelor
Ada banyak cara untuk menikmati daun kelor sebagai sumber kalsium alami. Berikut beberapa di antaranya:
- Dijadikan Teh: Seduh daun kelor kering dengan air panas selama beberapa menit untuk membuat teh herbal kaya manfaat. Minum dalam keadaan hangat agar memperoleh efek antioksidan lebih optimal.
- Dimasak sebagai Sayur: Daun dapat dimasak seperti sayuran hijau lainnya, misalnya ditumis atau dijadikan sup.
- Dibuat Smoothie: Campurkan daun kelor segar atau bubuk kelor ke dalam smoothie untuk tambahan nutrisi.
- Sebagai Bubuk Suplemen: Bubuk Moringa oleifera dapat dicampurkan ke dalam makanan atau minuman untuk meningkatkan asupan kalsium.
- Dalam bentuk kapsul: Bagi yang tidak ingin konsumsi daun kelor langsung, atau demi kepraktisan konsumsinya, bubuk kelor juga banyak diperjualbelikan di marketplace dalam bentuk kemasan kapsul lho. Pastikan produsennya terpercaya ya, jika berminat membeli produk ini.

So, apakah daun ini dapat menjadi pengganti susu sapi?
Nah, mengenai hal tersebut, Ahli Gizi dari Universitas Diponegoro Semarang, Fahmy Arif Tsani mengingatkan perbedaan kandungan kalsium dalam bahan nabati dengan produk hewani. Jadi, meskipun daun kelor dan susu sama-sama mengandung kalsium tapi nilai kualitasnya akan berbeda, karena daun kelor memiliki kandungan zat besi non-heme. Zat besi non-heme adalah jenis zat besi yang berasal dari bahan nabati yang penyerapan manfaatnya di dalam tubuh tidak optimal (nu.or.id).
Sementara itu, menurut dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, Sp.GK, seorang Dokter Spesialis Gizi Klinis, meskipun daun kelor mengandung kalsium nabati dan zat gizi lainnya, namun kandungan proteinnya tergolong rendah yaitu kurang dari 5%. Hal ini dikarenakan, sebagaimana sayuran lainnya, daun ini bukanlah sumber utama protein.
Maka, jika ingin menjadikan tanaman kelor sebagai alternatif pengganti susu, kandungan gizinya harus disetarakan dengan susu sapi atau susu nabati lain, seperti susu kedelai maupun susu almond. Ini artinya kandungan energi dan proteinnya harus cukup serta dipenuhi dari makanan lain. Sebagai informasi, diperlukan zat gizi yang lebih tinggi dari susu sapi standar, guna mengatasi stunting dan kurang gizi (health.kompas.com).
Pas lagi meng-ASI-hi, aku rutin konsumsi daun kelor ini.
Dimasak ala sayur bening, seger dan niqmat aja rasanya, walo tipikal sayur yg simpel dan nggak neko-neko 🙂
Kalo wacana diberikan ke anak, ternyataaaa kandungan kalsiumnya beda dgn susu ya.
Ya wis, terserah dapur MBG aja lah 🙂
Daun kelor bagus untuk dijadikan opsi alternatif bagi kaum marjinal sebenarnya. Tapi kalau untuk program MBG aku gak setuju sih. Ngapain program milyaran ujung-ujungnya malah diefisiensi begini? Kalo menurutku mending gausah ada MBG sekalian, heuheu.
+Harusnya info mengenai gizi dll cukup sebagai penyuluhan saja untuk masyarakat menengah kebawah, agar bisa jadi opsi makanan bergizi yang murah dan bisa mengatasi stunting. Bukannya malah jadi pengganti menu MBG. Yang ada ntr malah jadi ladang korupsi, heuheu
Ternyata kandungan daun kelor banyak jugaa yaa…baru tahu loo aku, dan sering liat juga kalo daun kelor sering dijadikan masakan sayur bening gt..tapi karena belum pernah konsumsi dan merasa asing saya sendiri juga merasa aneh dan belum tergerak buat mencobanya dan baca ini jadi tahu kalo manfaatnya banyak baanget..
Tapi meskipunbanyak manfaatnya ternyata daun kelor tidak bisa dijadikan sebagai pengganti susu sapi yaa akan lebih bijak bila diganti dengan susu kedelai atau susu almond tersebut
Saya dan suami udah sepuluh tahunan lebih setiap nanam kelor kok ya tidak pernah ada yang tumbuh.
Beda dengan ibu saya, nanam asal eh tumbuh subur udah besar pula. Sekarang saya ambil daunnya dai rumah ibu saja. Hehehe
Aku baru tahu malah kalau ada hal mistis di balik daun kelor, wkwk. Ternyata banyak banget manfaatnya ya. Aku tahunya bagus kalau di sayur saat sedang menyusui. ASI jadi lebih banyak katanya. Di sekitar rumah banyak banget pohonnya. Ehh kaget kalau di minimarket harganya lumayan. Kalau di rumah tinggal petik aja, hehe.
Saya sangat suka sayur daun kelor. Biasanya oakai jagung muda makin makyus. Kalau pohinnya tinggi, akan ada buahnya. itu juga enak dibuat sayur asem pakai santan sedikit. Waktu saya tinggal di Makassar, banyak rumah yang tanam daun kelor. Termasuk rumah saya. Saat orang tua pindah ke Kebumen, mereka bawah beberapa stek pohon kelor dari batang. Awalnya tetangga minta buat obat orang sakit dan pengusir setan hahaha. Setalh tau daun kelor bisa dibuat sayur dan bergizi, mereka pada minta duannya. Lalu diajari tanam dari batangnya.
Sebagai orang asli Bali Kelor biasa banget dijadikan untuk membersihkan aura atau melindungi seseorang dari gangguan supranatural. Selain itu daun kelor jadi makanan rutin karena tumbuh di belakang rumah hihihi.
Belakangan, bahkan semalam datang kerumahnya dan dia baru pesan bubuk daun kelor dan jadilah pembahasan soal manfaatnya. Menurutku aku setuju dengan apa yang dibilang oleh ahli gizi, walau daun kelor ini bagus tapi tetap butuh diimbangi dengan bahan lainnya.
Walau daun kelor suka dijadikan kata² pepatah, siapa sangka punya manfaat luar biasa untuk kesehatan tubuh. Terlebih hidupnya tumbuh di temoat² tropis, salah satunya negara kita ini, jadi bisa deh ditanam di halaman rumah
Ternyata kalau dibuat teh itu dikeringkan ya. Di depan rumah ada kelor, biasanya nggak pernah kukeringkan, langsung kurebus aja dan biasanya kuminum rebusannya sama serai dan kayu manis. Hehehe…
Dulu almarhum ibu suka konsumsi ini pas didiagnosis tumor payudara, jadi konsumsi rebusan kelor tuh udah kayak rutinitas pas pagi hari sejak sekolah. Meski waktu itu aku nggak tahu khasiatnya. 🙂
padahal kelor bagus buat kesehatan, tapi aku kadang males dan bosen makan kelor. Ibuku bisa seminggu masak kelor 2-3 kali hahaha
kalau ada sayur bayem dan kelor, mungkin aku lebih memilih bayam
Wah, sebagai pejuang lactose intolerance, info soal daun kelor ini bikin penasaran banget! Biasanya aku ngandelin susu kedelai dan susu kambing, tapi kalau ternyata daun kelor bisa jadi sumber kalsium juga, patut dicoba…Apalagi katanya kandungan kalsiumnya tinggi banget, jauh di atas susu sapi.
Emang sih, tantangannya biasanya di soal penyerapan tubuh, jadi harus dikombinasikan dengan makanan lain yang nutrisinya seimbang, bisa jadi alternatif yang keren nih. Plus, bentuknya juga variatif—bisa jadi teh, smoothie, atau bubuk suplemen. Cocok banget buat aku yang nggak bisa minum susu sapi tapi tetep pengen sehat tulang kuat.
Daun Kelor ini punya banyak manfaat untuk kesehatan ya mbak
Kandungan gizinya tinggi
Banyak yang nyaranin saya untuk konsumsi daun kelor nih selama mengASIhi, ternyata kandungan kalsiumnya cukup tinggi ya. Busui memang butuh kalsium lebih banyak biar tulang sama gigi aman sentosa. Tapi aku lebih suka minum kapsulnya. Haha, cari yang praktis.
Masya Allah pas banget ini artikelnya, kebetulan saya lagi bimbing anak buat menulis karya ilmiah tentang daun kelor sebagai peninggi badan. ternyata daun kelor tinggi kalsium, pas banget buat tema sebagai peninggi badan. Karena kalsium baik untuk tulang yaa jadi bisa buat pertumbuhan.
Alhamdulillah aku sangat tenang pas tau kandungan daun kelor emang bagus banget. Soalnya di rumah mama dan bapak lagi sering bikin daun kelor dijadikan teh. Aku sempat agak sangsi juga ngeliatnya. Tapi ternyata walaupun mengandung kalsium tetap ya kalsium nabati bukan hewani dan masih beda sama susu kedelai juga. Okey, setidaknya susu sapi tetap dibutuhkan anak-anak dan kalaupun mau ganti sama kelor mesti dibuat setara lewat makanan lainnya.
Menarik sekali nih daun kelor si mungil yang punya banyak khasiat dan nggak salah selama ini ikutan konsumsi daun kelor jalur teh hehehe.
dulu di tempat saya banyak sekali daun kelor ini, dan sekarang makin ke sini makin banyak yang tahu manfaatnya sangat besar, sehingga mulai banyak diminati sebagai obat, termasuk bagus untuk menjaga kesehatan tubuh juga, tapi saya belum pernah mencobanya, penasaran juga
Dulu daun kelor dipakai untuk memandikan jenazah
Ternyata kandungan kalsiumnya cukup tinggi dan bisa jadi alternatif susu soya buat anak intoleransi laktosa
Saya sendiri baru tahu khasiatnya kelor itu banyak dari ibu mertua
Disekitar rumah dulu banyak pohon kelor tapi sekarang sudah ditebangi, padahal enak bisa buat sayur bening daun kelor
Manfaat Daun Kelor ini banyaaakk dan aku baru tau kalau mengandung zat besi non-heme.
Duluu.. pas baru melahirkan, jelasss makannya ini setiap harriii.. Dari mulai air ((kuah sayur)) sampe daunnya, aku makan.
Ibuk sama Bapak rahimahullah ramban daunnya yang di daerahku terbilang sulitt..
Tapi mashaAllaa yaah.. aku jadi keidean sejak ituu.. minimal satu rumah punya tanaman ini. Karena sebermanfaat ituu…
Wah, ternyata daun kelor ini punya banyak manfaat ya mbak
Kandungan gizinya tinggi, membantu menjaga kesehatan kita ya
Kelor biasanya dimasak sayur bening oleh mamaku. Alhamdulillah ternyata banyak gizinya yaa. Malah keingat khasiat lain kelor yakni Melunturkan susuk, oops!
Wah daun kelor adalah tumbuhan favorit yang selalu dijadikan hidangan setiap perjamuan di meja makan, apalagi di kampungku sangat doyan dengan daun kelor. Sayangnya saat tinggal di Bali daun kelor sulit ditemukan. Jadi kangen masakan kelor buatan Ibu
Kalau menurut saya jika kandunhan proteinnya tergolong rendah yaitu kurang dari 5% belum bisa disetarakan dgn kandungna gizi pada susu sapi , susu kambing atau susu kedelai yaa..jadi kalau ada yg lebih baik mending kelornya jadikan sayur aja