Sehari di Istanbul, Ini Kuliner Turki yang Tak Boleh Dilewatkan

Alhamdulilah beberapa waktu lalu saya dan suami berkesempatan mengunjungi Turki. Sebuah negara Islam yang berada di benua Asia dan benua Eropa. Tak lengkap rasanya kalau berkunjung ke Turki tanpa mencicipi kulinernya.

Dengan keterbatasan waktu dalam one day city tour di Istanbul, berikut hasil berburu kuliner Turki dan oleh-oleh Turki, selain kebab Turki yang sudah mendunia.

Aneka Kudapan Manis Khas Kuliner Turki

1. Simit

Kuliner Turki berbentuk bulat dengan lubang di tengah yang dijajakan di gerobak-gerobak ini berbeda dengan donat. Adonan simit terasa seperti bagel, jadi agak keras. Mungkin saat masih panas rasanya sedikit crunchy di bagian pinggir. Di atas permukaan simit diberi taburan wijen yang berlimpah dan dibentuk menyerupai kepang/tambang.

Selain simit original, juga dijual simit nutella. Harga simit original 1 TL, sedangkan yang diberi olesan nutela dihargai 2,5 TL. Meski bentuknya bulat dengan lubang di tengahnya tapi simit ini padat, cukup mengenyangkan. Penjaja Simit banyak ditemukan di area blue mosque dan istana Topkapi.

2. Lokum/ Turkish Delight

Lokum atau biasa disebut Turkish Delight adalah kuliner Turki yang menjadi oleh-oleh wajib dari negara ini. Warna warni lokum yang menarik, membuat siapapun ingin menikmati manisan ini. Yups… lokum terbuat dari gel sari pati dan gula, jadi sudah pasti rasanya manis. Ada berbagai macam variasi lokum, ada yang dicampur dengan kacang pistachio, delima bahkan ada yang dilapisi dengan rose petal.

Buat yang penasaran dengan lokum, rasanya mirip kue mochi Sukabumi, cuma lebih padat dan ada sensasi krenyes-krenyes dari kacang-kacangannya. Selain itu, rasa lokum manis banget, jadi saya sarankan beli lokum yang ada campuran buah-buahannya agar tidak eneg. Favorit saya lokum delima dan jeruk.

Saya membeli lokum ini di toko oleh-oleh dekat blue mosque seharga 90 TL per kilogramnya, bisa dicampur aneka rasa. Dan mereka menjualnya berupa batangan bukan diiris kecil-kecil. 1 kg kurang lebih berisi 5 batang lokum.

3. Baklava

Sejak dari Jakarta saya penasaran dengan kuliner Turki satu ini, Baklava. Baklava terbuat dari pastry tipis berlapis-lapis yang diberi campuran pistachio/ kacang-kacangan dan disiram dengan madu. Yang membuat saya penasaran adalah kegaringan dari kue ini, karena meski disiram dengan madu dan tampak moist, tapi rasanya bisa tetap crunchy jika dimakan.

Akhirnya saya mendapat baklava yang saya idam-idamkan ini di bandara Ataturk saat akan melanjutkan perjalanan berikutnya. Satu dus baklava dibanderol dengan harga USD 17 dengan ukuran dus 20,5 x 15,5 x 4,5 cm.

Konon katanya Baklava yang bagus dan asli adalah yang jika ditaruh garpu di atasnya terdengar suara noisy dari lapisan-lapisan pastry-nya yang super duper tipis, saat dicium akan tercium aroma butter dan kacang-kacangan, sehingga saat dimakan ada sensasi kenikmatan tersendiri.

Saat dicicipi… kue ini memang terasa crunchy, pistachio-nya juga legit. Tapi, after taste-nya maniiiis sekali di tenggorokan. Buat yang tidak suka manis, sebaiknya memakan baklava ini perlahan-lahan ditemani dengan secangkir teh atau kopi pahit.

4. Pismaniye

Pismaniye atau turkish floss candy adalah arum manis atau rambut nenek ala Turki. Aroma dari pismaniye ini harum seperti susu dan rasanya lembut sekali sehingga langsung lumer di mulut saat dimakan.

Pismaniye ini rasanya tidak semanis kue-kue yang diulas sebelumnya, dan dijamin tidak cukup memakan satu buah.

Itulah beberapa kuliner Turki yang sayang untuk dilewatkan jika berada di sana, baik untuk makan di tempat maupun untuk oleh-oleh. Dari aneka kudapan khasnya, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Turki cenderung menyukai makanan manis. Namun biasanya mereka memakan kudapan manis itu bersama dengan chay atau teh sebagai penetralisirnya.

-SQ-

Nantikan ulasan tentang kuliner Timur Tengah lainnya ya.. Stay tuned di Kuliner Asyik 😉

Ada komentar? Silakan...