Mochi Kaswari Lampion, Camilan Asli Khas Sukabumi



Kenal dengan kue mochi? Yap, oleh-oleh khas dari Sukabumi Jawa Barat ini tetap digandrungi dari masa ke masa. Kue mochi pun menjadi buah tangan yang wajib dibawa pulang jika berkunjung ke Sukabumi. Tekstur dan rasa mochi memang khas sehingga membuat kue ini disukai banyak orang sebagai camilan. Apalagi saat ini, rasa dan bentuknya semakin variatif.

Sekilas tentang sejarah mochi, menurut Wikipedia, ternyata asal kue ini adalah dari negeri Jepang. Terbuat dari beras ketan yang ditumbuk, kue berbentuk bulat ini lazim disajikan saat perayaan tahun baru di Jepang yang disebut mochitsuki. Lalu bagaimana kue Jepang ini bisa masuk ke Sukabumi? Apakah dibawa oleh tentara Jepang saat zaman penjajahan dulu? Hehehe, belum ada bukti sejarahnya mengenai hal itu. Namun usaha penjualan kue mochi secara turun temurun di Sukabumi dibangun oleh etnis Tiongkok yang banyak bermukim di sana.

www.banyumurti.net
Mochi Kaswari, Kue dalam Keranjang Anyaman Bambu yang Khas

Beberapa waktu yang lalu saya kebagian oleh-oleh ini. Keranjang bambu khas kemasan kue mochi bertuliskan merk-nya : Mochi Kaswari Asli dengan gambar dan tulisan “LAMPION” di tengahnya. Ini adalah salah satu merk kue mochi yang ngetop di antara sekian banyak toko, dan konon merupakan salah satu pelopor kue mochi di Sukabumi. Sesuai mereknya, toko mochi ini terletak di Gang Kaswari, Jl. Bhayangkara, Kota Sukabumi.

Di tengah varisi kemasan modern yang beraneka, kemasan mochi yang tradisional terbuat dari anyaman bambu ukuran 8 x 8 x 4 cm  menurut saya adalah keunikan yang perlu dipertahankan sebagai kekhasan camilan ini.

Mochi Kaswari atau yang sering juga disebut mochi Lampion, seperti kue mochi Sukabumi pada umumnya terbuat dari tepung ketan, gula pasir, tepung gula, kanji dan kacang tanah.  Perpaduan komposisinya membuat kue ini terasa pas di mulut dengan rasanya yang lembut, kenyal, dan agak lengket di akhir kunyahan.  Isi kacang tanah yang gurih manis manambah keunikannya. Kue ini juga berbalur tepung jagung agar tidak saling menempel. Diproduksi tanpa pengawet, mochi Lampion rata-rata hanya awet 2-4 hari saja.

Mochi Lampion memiliki beberapa aroma yang memberi sedikit warna dan essence pada kue, yaitu vanila, pandan, suji, pisang ambon, strawberry, durian, jahe, mocca. Aroma ini menambah sedikit variasi rasa tanpa menghilangkan citarasa khasnya.

Di tokonya,  Mochi Kaswari Lampion dijual Rp40.000 sampai Rp50.000 per 1 ikat 5 boks. Kita bisa memilih sendiri aroma yang diinginkan untuk 5 boks keranjang bambu tersebut. Jika dibuka, satu boksnya terdiri dari 8 butir mochi ukuran sekali caplok 🙂  Hap! Nyamm..

-Cemil-


Ada komentar? Silakan...