Berani Makan Cabai Terpedas di Dunia?

Cabai atau sering disebut cabe termasuk dalam tanaman yang punya rasa pedas. Umumnya sayur ini dimanfaatkan dalam pembuatan aneka sambal, juga sering digunakan untuk tambahan citarasa kuliner.

Aneka Cabai dan Tingkat Kepedasannya

Apa yang menyebabkan cabe terasa pedas? Ternyata tanaman yang bahasa Latinnya bernama Capsicum ini mengandung capsaicin, yaitu senyawa pedas yang merangsang ujung lidah.

Melihat banyaknya macam cabe dengan pedas yang berbeda-beda, seorang peneliti Wilbur Scoville menciptakan skala untuk mengukur tingkat kepedasannya. Ukuran ini dinamai skala scoville yang menunjukkan jumlah kandungan capsaicin.

Di bawah ini kami ulas 5 jenis cabai yang populer di dunia dan tingkat kepedasannya masing-masing. Pecinta pedas wajib tau ya.

Jalapeno
Adalah cabai pedas yang masih bisa ditoleransi dengan mulut kita. Jenis ini hanya dapat Kuliks temukan di negara Mexico. Tingkat kepedasannya 2500-10.000 Scoville.

Rawit
Kecil kecil cabe rawit, memang menggambarkan cabe populer di Indonesia ini. Rawit memiliki tingkat kepedasan dengan skala 50.000 sampai 100.000 Scoville, meski berukuran kecil dengan kisaran panjang 2 cm hingga 4 cm. Biasanya cabe ini dikonsumsi langsung untuk menemani makan gorengan atau diolah menjadi sambal.

Gendol atau Gendot
Cabe ini sangat unik karena memiliki aroma yang sangat berbeda dari jenis lainnya, karena aroma yang dikeluarkannya seperti aroma bunga dan buah. Tanaman yang disebut juga Habanero ini tidak hanya ditemukan di Indonesia saja, tetapi ada juga di Texas dan Mexico.

Meski aromanya seperti buah, gendol tetap saja rasanya pedas, dengan tingkat kepedasannya mencapai 100.000 sampai 350.000 Scoville.

Red Savina
Salah satu cabai terpedas di dunia adalah Red Savina. Berbentuk bulat merah, aslinya tanaman ini tumbuh di Mexico. Tapi kini banyak juga dibudidayakan di Indonesia.

Pedasnya termasuk ganas, hingga mencapai skala 580.000 Scoville. Dibandingkan dengan rawit, berarti red savina 10x lipat lebih pedasnya. Wow!

Bhut Jolokia
Ini dia cabai dengan tingkat kepedasan super, yaitu sekitar 855.000 hingga 1.475.000 Scoville. Tanaman Bhut Jolokia hanya ditemukan tumbuh di India. Bentuknya kecil dengan ukuran 3 cm sampai 4 cm, lebih lebar dari rawit dan permukaan kulitnya agak keriput.

Konon saking pedasnya cabai ini membuat masyarakat di sana memanfaatkannya sebagai isi granat. Rasa pedas akan membuat mata panas karena tembakan granatnya. Cabe ini menempati urutan kedua terpedas.

Jenis cabai lain dan tingkat kepedasannya bisa dilihat di infografis berikut ini ya…

Itulah beragam jenis cabai yang populer di dunia. Meski tumbuh tersebar luas di berbagai negara, tetapi di pasar Indonesia juga bisa dicari loh. So, berani makan cabai yang mana?

-Cemil-

*Sumber gambar: wikipedia

Ada komentar? Silakan...