Berani Makan Cabai Terpedas di Dunia?
Cabai atau sering disebut cabe termasuk dalam tanaman yang punya rasa pedas. Umumnya sayur ini dimanfaatkan dalam pembuatan aneka sambal, juga sering digunakan untuk tambahan citarasa kuliner.
Aneka Cabai dan Tingkat Kepedasannya
Apa yang menyebabkan cabe terasa pedas? Ternyata tanaman yang bahasa Latinnya bernama Capsicum ini mengandung capsaicin, yaitu senyawa pedas yang merangsang ujung lidah.
Melihat banyaknya macam cabe dengan pedas yang berbeda-beda, seorang peneliti Wilbur Scoville menciptakan skala untuk mengukur tingkat kepedasannya. Ukuran ini dinamai skala scoville yang menunjukkan jumlah kandungan capsaicin. Skala ini dinyatakan dalam satuan SHU (Scoville Heat Unit).
Di bawah ini kami ulas 6 jenis cabai yang populer di dunia dan tingkat kepedasannya masing-masing. Pecinta pedas wajib tau ya.
Jalapeno
Adalah cabai pedas yang masih bisa ditoleransi dengan mulut kita. Jenis ini hanya dapat Kuliks temukan di negara Mexico. Tingkat kepedasannya 2500-10.000 Scoville.
Rawit
Kecil kecil cabe rawit, memang menggambarkan cabe populer di Indonesia ini. Rawit memiliki tingkat kepedasan dengan skala 50.000 sampai 100.000 Scoville, meski berukuran kecil dengan kisaran panjang 2 cm hingga 4 cm. Biasanya cabe ini dikonsumsi langsung untuk menemani makan gorengan atau diolah menjadi sambal.

Gendol atau Gendot
Cabe ini sangat unik karena memiliki aroma yang sangat berbeda dari jenis lainnya, karena aroma yang dikeluarkannya seperti aroma bunga dan buah. Tanaman yang disebut juga Habanero ini tidak hanya ditemukan di Indonesia saja, tetapi ada juga di Texas dan Mexico.
Meski aromanya seperti buah, gendol tetap saja rasanya pedas, dengan tingkat kepedasannya mencapai 100.000 sampai 350.000 Scoville.
Red Savina
Salah satu cabai terpedas di dunia adalah Red Savina. Berbentuk bulat merah, aslinya tanaman ini tumbuh di Mexico. Tapi kini banyak juga dibudidayakan di Indonesia.

Pedasnya termasuk ganas, hingga mencapai skala 580.000 Scoville. Dibandingkan dengan rawit, berarti red savina 10x lipat lebih pedasnya. Wow!
Bhut Jolokia
Ini dia cabai dengan tingkat kepedasan super, yaitu sekitar 855.000 hingga 1.475.000 Scoville. Tanaman Bhut Jolokia hanya ditemukan tumbuh di India. Bentuknya kecil dengan ukuran 3 cm sampai 4 cm, lebih lebar dari rawit dan permukaan kulitnya agak keriput.

Konon saking pedasnya cabai ini membuat masyarakat di sana memanfaatkannya sebagai isi granat. Rasa pedas akan membuat mata panas karena tembakan granatnya. Cabe ini menempati urutan kedua terpedas.
Carolina Reaper
Carolina Reaper hingga saat ini tercatat memegang rekor sebagai cabai terpedas di dunia versi Guiness World Records. Tingkat kepedasannya tergolong ekstrim karena punya nilai rata-rata SHU 1.641.183. Minyak cabe ini dikenal dapat “memakan” lateks , sehingga petani di Amerika yang membudidayakannya harus memakai 2 lapis sarung tangan saat memegangnya. Pengolah cabe ini juga harus pakai kacamata pelindung demi keselamatan mata agar tidak perih/iritasi.

Cabai ini dikembangkan di rumah kaca oleh Ed Currie dari Carolina Selatan, dengan melakukan persilangan antara Ghost Pepper dan Habanero merah. Gak kebayang siapa yang mau pakai atau makan Carolina Reaper, mengingat kepedasannya dapat melukai kerongkongan dan lambung. Hiii…
Untuk jenis cabai lainnya dan tingkat kepedasannya bisa dilihat pada infografis berikut ini ya… (boleh di-zoom jika kurang jelas tulisannya ;-))

Itulah beragam jenis cabai yang populer di dunia. Meski tumbuh tersebar luas di berbagai negara, tetapi di pasar Indonesia juga bisa dicari loh. So, berani makan cabai yang mana?
-Cemil-
*Sumber gambar: wikipedia
ka ya ampun aku baru tahu loh istilah ukuran kepedasan ini namanya Skala Scoville, ini bener-bener artikel yang bermanfaat jadi nambah ilmu aku kak soal cabai-cabai-an, aku izin save untuk artikelnya, buat pengetahuan aku, hiya aku kayaknya sanggupnya yang paling rendah rasa pedesnya ehhe
Jujur saya ga berani makan cabe banyak karena ga kuat makan pedas. Mungkin saya coba yg level pedasnya paling rendah.
Pernah dapat kiriman cabai berbentuk seperti paprika tapi lebih kecil, rasanya jauh lebih pedas dari cabe rawit merah.. saya nggak tahan makan dalam keadaan mentah.. kalau di google sepertinya namanya Madame Jeannete
Gara-gara artikel ini langsung saya cek KBBI yang baku itu cabe atau cabai. Ternyata cabai ya. Kebiasaan di kita yang tidak baku itulah yang lebih sering didengar dan simpel, seperti cabe kan lebih sering didengar hehe.. Saya sendiri tidak suka pedas cabai, tapi cukup senang pedas merica untuk bubur misalnya
Orang ndesa kayak saya taunya cuma cabe rawit, cabe merah sama cabe keriting. Jenis lainnya gak pernah tau
Red Savina cantik ya bentuknya?? Aku penggemar pedes, tapi kayaknya kalau suruh icip yang ini atau yang buat isi granat tadi, angkat tangan deh. Hahaha.. Info menarik kak, makasih sharingnya
Ternyata cabai Jalapeno tidak begitu pedas dibandingkan cabe rawit ya, hebat juga cabe gendot masuk kategori ketiga saya juga gak kuat makannya mentah2 musti dimasak dulu baru bisa hehe
Maasyaa Allah ternyata cabai juga punya level kepedasan ya
Aku kira karena pas proses pembuatannya jumlah cabenya yang bikin pedas
Ternyata ini memang ada yang sejak di pohon sudah pedas banget
Huhuhu gak kebayang makan satu sama gorengan pas puasa gini, hehe
Walah, aku mah cupu mbak. Makan gorengan aja dicocolnya sama saos doang, ga berani pake sambel.
kebayang sih kalo yang berani makan cabe carolina reaper tuh mulut ama lambungnya sekuat apa ya? Aku makan geprek cabe ijo aja besokannya udah bolek balik kamer mandi, hahahaha
Ngeri kali itu si Red Savina, jauh lebih pedes dari Rawit, walau penyuka pedes tapi kalau terlalu tuh kadang merusak rasa yang lain. Jadi inget makan sambel di Waerebo itu cabenya pedes banget tapi enak banget.
Setelah baca ini baru tahu ada skala kepedesan namanya scoville yang diambil dari nama penemunya. Dan luar biasa ya ada tingkatannya kalau di Indo paling familiar cabai rawit dan gendot yang sering aku konsumsi sisanya belum pernah liat dan ga berani makan sih xixixi serem banget sampe jutaan
kayaknya saya beraninya cabe lokal saja deh, si rawit. Kalau yang Carolina Reaper, antara penasaran juga ingin tahu sepedas apa sih? Tapi sekali nyoba sepertinya cukup deh untuk sekadar memenuhi rasa ingin tahu saja.
Cabe rawit aja aku gak berani makan wkwkke. Gak berani makan pedes soalnya.
Ternyata ada banyak jenis cabe dengan tingkat kepedasan yg tinggi ya. Aku salut dengan orang yg kuat makan pedes.
Carolina reaper ini dulu sambalnya ada di jual di salah satu resto JKT. Tp jujur aja pedasnya masih normal sih mba. Ntah lidahku yg udh korslet saking suka pedes, atau si restoran yg menggunakan CR ga terlalu banyak ?
Trus pernah juga di Bali ada kacang yg bumbunya pakai campuran CR. Ini juga ga pedes2 amat. Makanya aku bingung memang segini level pedesnya, atau baru berasa pas gigit langsung sj CR sebelum diolah menjadi macem2 ?
Baru satu ini nih yang komen udah nyobain Carolina Reaper. Keren mb Fanny khasanah kulinernyaa.. Tp aneh ya.. Masa sih cabe terpedas di dunia gak pedes² banget? Jgn² bijinya dibuang semua, trus plus pengolahan masakan jadi berkurang bnyk pedesnya ya? Hmmm
Nyobain rawit aja yang warna merah kadang daku kelojotan sangking pedasnya, gimana yang lain hehe. Waah ini mah buat penggemar pedas bakalan suka deh buat mencobanya, apalagi tiap masing-masing nya punya rasa pedas yang unik ya
Baru dengar tentang Skala Scoville, dan baru tahu ternyata ada yang lebih pedes ketimbang rawit 😀 Yang paling pedes aja namanya sampe ada Scorpionnya, jadi nggak kebayang bagaimana pedasnya itu. Mungkin mirip mie level tapi level 20 kali ya. Perut jebol itu kalau dimakan. Beruntung cabai kita di urutan pertengahan, masih amanlah ya 🙂
Ternyata ada istilah skala Scoville untuk mengukur tingkat kepedasan cabai, yaampun keren banget asli. Jadi makin tahu juga bentuk-bentuk cabai dan banyak yang nampak cantik secara looks ya.
Meski begitu, aku si nggak doyan pedas masih akan memilih makan makanan yang ada cabe rawitnya saja. Menurutku cabe rawit muda masih lumayan bisa dinikmati soalnya. Kalau terlalu pedas ngeri mulas .
omg! nggak dulu deh mbak skiiip wkwk
aku suka pedes tapi bukan yang menyiksa. cuma sekadar biar ada pedes dikit di makanan aku masih oke
aku makan mie yang level2an aja selalu pilih yang 0 wkwk
nggak sanggup aku even cuma level 1
Saya ini kesayangan penjual makanan. orang lain minta cabenya banyak, saya cukup 1 saja. kalau un ada disediakan sambal, saya ambil seuprit saja hahaha. Makanya saya tidak pernah pusing saat harga cabai melambung tinggi hehehe.
Irit sambel, irit cabe, hemat di kantong juga ya mas. Hahaha
waktu saya di Kalimantan kayaknya cabek pendek itu banyak sekali dan rasanya pedes manis gitu, tapi saya cobanya hanya sedikit karena memang suka pedas tapi ya normal saja pedasnya, jadi kalaua da tantangan nyobain makan cabe terpedas di dunia saya mundur teratur
Waktu masih usia 30-an saya tergolong berani makan makanan pedas hingga level tertinggi. Setelah usia bertambah, perlahan-lahan tingkat kepedasan yang bisa diterima lidahku menurun dan sekarang cukup pakai cocolan saos saja.
Ngliat bentukannya aja aku uda trust issue duluan tuuh.. Cabainya mleyat mleyot.. pasti pedes.
Huhhuu… Tapi ada kompetisi makan pedes yang rutin diadain di Mexico kan yaa..
Huhah banget yaa.. liat si Jalapeno ini beradu dengan seluruh organ di dalam tubuh kita…?!?
Bhut Jolokia tuh beda dengan rawit merah yang di pasar-pasar ya? Kalau dilihat bentuknya mirip banget yaa.
Dulu malah aku pikir Jalapeno lebih pedas dari rawit hijau, ternyata malah di bawahnya, bisa lah ya orang Indonesia makan itu mah, haha.
Ngeri banget sama Carolina Reaper sampai bisa “memakan” lateks gitu saking pedasnya. Ini pakai 1 aja udah bisa bikin sambal semangkuk kali ya xp
Wuih ternyata ada ya skala pengukuran kepedasan cabe dan rawit termasuk tinnggi tingkat kepedasannya…nggak kebayang deh kalau mesti makan cabe terpedas di dunia..telinga pasti langsung sakit..
Baru tahu ada banyak jenis cabain dengan level pedas yang juga berbeda. Duh, sebagai orang yang gak kuat makan cabai aku gak berani makan cabai yang pedes banget