Yang Harus Diketahui Tentang Diet Keto

Bagi sebagian besar wanita, berat badan langsing dan ideal menjadi dambaan tersendiri. Jangan heran kalau segala cara dilakukan demi mendapatkan postur tubuh yang diinginkan. Salah satu tren yang booming di tahun 2017-2018 adalah diet ketogenik, atau sering disingkat diet keto. Banyak deretan orang yang mengaku sukses menurunkan berat badan dengan cara ini.

Seperti apa sebenarnya diet ini? Berikut ulasannya.

Asal Mula Diet Keto

Tidak banyak yang tahu, sebenarnya diet keto diperuntukkan awalnya untuk menurunkan angka epilepsi yang terjadi pada anak. Berbagai riset sejak tahun 1920-an mencatat, bahwa puasa karbohidrat terus menerus ternyata mampu mengurangi frekuensi kejang pada anak-anak penderita epilepsi.

Sebutan diet keto sendiri merujuk pada kondisi metabolime tubuh yang disebut ketosis. Ini terjadi saat asupan karbohidrat berkurang, sehingga terjadi pembakaran lemak untuk menjadi energi.

Sementara normalnya pada sebagian besar orang, untuk menghasilkan enargi di dalam tubuhnya terjadi glukosis, yaitu proses pembakaran glukosa dari karbohidrat.

Pola Makan pada Diet Keto

Dalam perkmbangannya, ternyata banyak yang memanfaatkan diet ini untuk menurunkan berat badan dan berhasil. Diet yang banyak dilirik kaum hawa ini merupakan jenis diet yang memperlakukan pola makan rendah karbohidrat namun tinggi lemak.

Tak tanggung-tanggung, asupan lemak yang dianjurkan saat seseorang menjalani diet keto berkisar 60-70%. Sedangkan pengaturan asupan karbohidratnya sangat rendah yakni kurang dari 50 gram per hari atau hanya 10 persen. Jadi sisanya akan tergantikan oleh asupan lemak dan protein yang akan berubah menjadi energi tubuh.

Makanan yang dianjurkan saat melakukan diet keto adalah sebagai berikut:

  • Daging (ayam, kalkun, sapi)
  • Telur ayam
  • Ikan (tuna, salmon, kembung)
  • Mentega, keju
  • Alpukat tanpa tambahan gula
  • Biji-bijian (walnut, almond, dll)
  • Minyak zaitun, minyak kelapa murni (VCO), minyak alpukat.

Perlu digarisbawahi, kuliner tinggi lemak yang dimaksud dalam diet ini adalah lemak baik seperti contoh di atas, bukan lemak jenuh semacam kulit ayam, dan sebagainya.

Sedangkan kuliner yang harus dihindari pada diet ini adalah semua yang mengandung karbohidrat tinggi, termasuk:

  • Olahan gandum dan beras
  • Makanan/minuman manis
  • Semua buah, kecuali alpukat dan sedikit strawberry
  • Kacang merah, kacang polong, kacang panjang
  • Sayuran umbi akar: ubi, kentang, lobak, wortel
  • Mayones, minyak sayur, saus yang mengandung gula
  • Alkohol.
Manfaat dan Efek Samping Diet Keto

Dengan pengaturan pola makan ala diet keto, banyak orang yang mampu mengurangi nafsu kulinernya. Ahli nutrisi dari New York yang bernama Maya Feller mengungkapkan, diet keto memang bisa menurunkan berat badan dengan baik.

Tak hanya ampuh menurunkan berat badan saja, diet ini juga diklaim bisa mengontrol kadar gula darah seseorang, menjaga kesehatan pencernaan dan jantung. Tentunya dengan aturan yang harus dijalani para pelaku diet dengan pengurangan asupan karbohidrat secara ketat.

Jadi, diet ketogenik ini bermanfaat juga bagi penderita diabetes, obesitas atau sekadar ingin meningkatkan kesehatan metabolisme tubuh.

Bagi yang baru menjalaninya, diet rendah karbohidrat memerlukan adaptasi tersendiri bagi tubuh. Ini kita kenal sebagai efek sampingnya. Efek samping diet ini yang banyak dirasakan umumnya adalah lemas, pusing, gangguan tidur.

Dan dalam jangka waktu panjang pelaku diet ini bisa saja mengalami kekurangan karbohidrat sehat, kekurangan asupan mineral dan vitamin, mengalami gangguan ginjal akibat tubuh mengkonsumsi protein melebihi porsi yang dibutuhkan serta berpotensi mengalami risiko ketoasidosis untuk penderita diabet.

Untuk meminimalisir efek samping diet keto, serta agar tidak menimbulkan penyakit, disarankan jangan terlalu drastis mengurangi asupan karbohidrat. Pola makan rendah karbo sebaiknya dilakukan bertahap agar tubuh tidak “kaget”.

Mengingat kondisi tubuh orang berbeda-beda, tidak semua orang cocok melakukan diet keto. Jadi sebaiknya Kuliks konsultasi dulu dengan ahli gizi sebelum memutuskan untuk menjalankan diet keto yang hits ini.

-Cemil-

Baca juga: makanan yang bikin awet muda.

8 komentar pada “Yang Harus Diketahui Tentang Diet Keto

  • Maret 23, 2021 pada 12:54 pm
    Permalink

    Harus bertahap mengurangi asupan karbohidratnya ya. Jangan-jangan banyak yang tak berhasil dan merasakan beragam efek samping itu karena drastis ya polanya.

    Balas
  • Maret 23, 2021 pada 4:41 pm
    Permalink

    Kondisi masing-masing orang memang beda-beda ya, nggak semua bisa cocok dengan diet keto. Yang aman mungkin dengan mengurangi porsinya saja. Jadi tetap ada karbohidratnya.

    Balas
  • Maret 23, 2021 pada 4:44 pm
    Permalink

    Wah…ternyata diet Keto tujuan awalnya untuk mengatasi kejang. Setuju kak…kalau berkaitan dengan diet, gizi, sebaiknya konsultasi dulu agar hasilnya bisa menyehatkan. Kalau konsultasi bisa tahu pola apa yang harus dijalani, makanan apa yang bisa dikonsumsi dan takarannya berapa.

    Balas
  • Maret 24, 2021 pada 10:02 am
    Permalink

    Baru tahu keto itu diet untuk mengurangi kejang pd epilepsi. Iya setuju kalau diet tuh jangan asal ikutan saja, baiknya konsultasi, apa lagi ada efek sampingnya. Macam saya ini ada sakit maag ga bisa diet karbo, karena karbo paling cocok dgn lambung saya. Cuman porsinya saja yg dikurangi. Yg paling kalau mau turun berat badan wajib olahraga

    Balas
  • Maret 24, 2021 pada 6:48 pm
    Permalink

    Wah kayaknya perlu dicoba nih diet ketogenik. Mirip puasa ya efek sampingnya, jadi bikin lemes dan agak sulit tidur. Makasih sharingnya kak 🙂

    Balas
  • Maret 24, 2021 pada 7:04 pm
    Permalink

    Ternyata diet ada sejarahnya juga. Jujur baru denger juga nama diet ini.
    Terima kasih infonya Kak

    Balas
  • Maret 24, 2021 pada 8:13 pm
    Permalink

    dulu ada temen kuliah saya yang melakukan diet keto ini. saya jadi tahu banyak soal diet keto ini dari dia. memang butuh komitmen kuat ya untuk menjalankan sebuah diet ini. apalagi yang biasa makan karbo banyak, perjuangan banget pastinya

    Balas
  • Maret 24, 2021 pada 8:50 pm
    Permalink

    Saya pernah mencoba untuk diet keto ini mba, tapi karena kurang gigih jadi hanya bisa bertahan sebulan saja. Lumayanlah bisa turun 5 kilo 🙂 , tapi kata temen saya berat yang turun itu karena cairan yang keluar dari dalam tubuh, perlu olahraga secara kontinyu biar massa otot bertambah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *