Bakso Boedjangan, Warung Bakso Next Level

Bakso. Satu lagi jajanan “sejuta umat” masyarakat kita selain nasi goreng dan mie instan. Sejak zaman dulu hingga sekarang, hampir semua tingkat usia mengenal dan menyukai si bola daging ini. Tak heran penjaja bakso selalu ada dan laris manis, mulai dari pedagang gerobak, warung bakso pinggiran, sampai resto dan cafe.

Citarasa Prima (CRP) Group yang juga memayungi brand Warunk Upnormal, melihat peluang bakso untuk dikembangkan menjadi jajanan yang lebih berkelas. Jadilah Bakso Boedjangan. Nama yang saat ini tidak asing lagi, karena cabang waralabanya sudah banyak tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Ngebakso Asyik di Bakso Boedjangan

Saya mampir ke salah satu cabang Bakso Boedjangan di Bogor, yang terletak di jalan satu arah Jl. A. Yani, Tanah Sareal. Di lokasi ini tempat parkirnya luas, muat banyak mobil. Background hitam pada plang namanya memberi nuansa kekinian resto ini.

Menyasar target kawula muda tampak dari desain resto yang cozy untuk kumpul-kumpul. Meja dan bangku kayu standar serta ornamen batu bata di dinding menjadi ciri khas interior resto ini. Gerobak bakso yang mejeng di sudut ruangan tempat dapurnya, memperkuat kesan warung bakso khas Indonesia.

Meski terkesan sederhana, tapi resto ini cukup nyaman, karena ruangannya dilengkapi pendingin ruangan. Ditambah adanya wifi gratis, nah komplit deh bikin betah duduk santai berlama-lama alias nongkrong sambil ngebakso.

Menu Kreatif ala Bakso Boedjangan

Bakso Boedjangan memang bukan bakso pada umumnya. Tak hanya tempat, resto ini juga meng-upgrade menu warung bakso menjadi aneka variasi kuliner bakso. Kelompok menunya ada nasi kenyang, bakso special, yamin top, dan topping duniawi.

Menu bakso ngehits di resto ini ada bakso mozarella, bakso super pedas dan bakso super urat. Ini sudah dipromosikan juga lewat tagline-nya Bakso Boedjangan: Uratnya Nyoss, Pedasnya Joss, Kejunya Cosss. Wah benar-benar variasi bakso yang kreatif! Kuahnya juga bisa dipilih, antara: kuah kaldu tulang, kuah pedas taichan, kuah pedas rawon.

Saat ke sana saya order beberapa menu yaitu, bakso super urat, bakso super keju, bakso super mozzarella, dan green yamin. Dan saya bawa pulang bakso super pedas. Menu baksonya dihargai Rp 25 ribu, kecuali bakso super mozzarella Rp 28,5 ribu, sedangkan green yamin yang dilengkapi dengan 2 butir bakso kosongan kuah harganya Rp16 ribu.

Menu minuman dan dessert-nya juga macam-macam. Saya order 3 macam menu Melepas Dahaga ala Boedjangan, yaitu : lechi boedjangan, es jeruk kelapa, dan blackcurrant. Harganya berturut-turut Rp15 ribu, Rp15 ribu, Rp10 ribu. Lumayan seger untuk pelepas dahaga di siang terik. Hanya sayangnya, saya tidak menemukan buah leci yang diharapkan pada lechi boedjangan.

Bakso super mozzarella dan bakso super keju, rasanya serupa karena sama-sama bakso isi keju. Bedanya, yang mozzarella lebih kental tekstur kejunya. Anak-anak zaman now pasti suka. Maklum, generasi keju hehehe.. Bakso uratnya gurih lembut, dan cukup “nendang“. Sedangkan green yamin-nya tidak sehijau di buku menu, tapi mie tipisnya lumayan enak.

Bakso yang digunakan di menu Bakso Boedjangan cukup lembut, tidak alot  sehingga memang pas untuk segala usia. Tinggal pilih variasinya saja sesuai selera. Itu sebabnya resto ini tak hanya ramai dikunjungi anak muda, tapi juga rombongan keluarga bahkan ibu-ibu arisan. Apalagi ada menu nasi bakso, pas untuk yang perutnya harus diisi nasi. Oya, untuk yang doyan pedas, kuah taichan-nya recommended.

-Cemil-

Ada komentar? Silakan...