Wailela Cafe, Ini Ambon atau Bali ya?

Mengunjungi kota Ambon belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner yang ada. Kota di Indonesia Timur ini ini memang kaya akan ragam kuliner. Tidak hanya kuliner tradisional, kini Ambon menjelma menjadi sebuah kota maju dengan hadirnya restoran ataupun kafe yang menyajikan aneka kuliner dengan cita rasa kekinian.

Karena letaknya yang dikelilingi oleh lautan, makanan khas di sana tidak jauh dari hasil laut seperti ikan, cumi, udang dan sebagainya. Nah, kali ini saya mengunjungi sebuah kafe di ibukota Provinsi Maluku tersebut, yaitu Wailela Cafe, yang berlokasi di jalan Ir. Muhammad Putuhena, Rumah Tiga, Ambon.

Saya pengunjung pertama di hari itu karena sebelum kafe buka, saya sudah standby di tempat parkir. Tampak muka kafe ini terlihat biasa saja, namun ternyata ruang dalamnya begitu luas dengan desain yang “kafe banget” tapi tetap terasa homey. Terdapat dua ruangan yaitu indoor dan outdoor. Untuk ruangan outdoor, meja makannya dilengkapi payung-payung serta langsung menghadap laut dan bukit.

Saat masuk ke Wailela Cafe, Kuliks pasti akan merasa seperti bukan di Ambon. Pemandangannya seperti di Bali atau kafe-kafe mancanegara yang berada di pesisir pantai. Cantik banget!

Tak ingin menyia-nyiakannya pemandangan indah itu, saya pun memilih ruangan outdoor. Tak lama saya duduk, banyak tamu berdatangan. Hmm… sepertinya Wailela Cafe memang sudah cukup terkenal di kota Ambon. Tak hanya penduduk asli Ambon yang datang, tapi juga wisatawan seperti saya.

Menikmati Menu Favorit di Wailela Cafe

Setelah melihat buku menu, saya tertarik untuk memesan menu yang recomended di sini yaitu Nasi Bakar Cakalang yang katanya pedas, dengan segelas Ice Lychee Tea sedangkan suami memesan Nasi Ikan Asam Manis dengan Ice Tea.

Orderan saya tak lama hadir di meja. Kalaupun harus menunggu lama, rasanya pengunjung tidak akan merasa bosan, karena kita bisa sambil berfoto ria, menikmati angin laut yang sepoi-sepoi, dan pemandangan nyiur pohon kelapa, Duh

Back to menu, untuk Nasi Bakar Cakalang dari tampilan penyajiannya terlihat biasa dan seperti nasi bakar pada umumnya. Ternyata setelah dicoba, rasanya tak bisa diremehkan. Rasanya memang sangat pedas bagi saya yang tidak terlalu kuat pedas. Isi daging ikan cakalang yang melimpah membuat kombinasi rasa gurih dan enak, apalagi dimakan dengan kerupuk yang disediakan, cocok deh di lidah.

Harga satu porsi Nasi Bakar Cakalang ini adalah Rp 40.000, sementara untuk satu porsi Nasi Ikan Asam Manis juga dihargai Rp 40.000.

Ikan yang digunakan pada menu Nasi Ikan Asam Manis adalah ikan kerapu yang di-fillet kemudian dibalur tepung lalu digoreng dan dibumbui asam manis. Menurut suami rasanya lumayan enak dan ikannya segar.

Saat order minuman disajikan, wow… Saya terkejut karena ternyata ukuran gelasnya jumbo. Pas dan menyegarkan di cuaca yang terik seperti hari itu, saat orang perlu banyak minum karena haus.

Fyi, selain makanan berat, di sini juga menyediakan aneka snacks dan kisaran harganya untuk makanan yaitu Rp 5.000 s.d Rp 160.000, sedangkan untuk minuman harganyaRp 10.000 s.d Rp 30.000, harga tersebut belum termasuk pajak sebesar 10% ya.

Nah, kalau Kuliks ke Ambon coba deh mampir ke Wailela Cafe. Kuliner dan pemandangannya benar-benar memanjakan lidah dan mata.

-Ra-

Baca juga kuliner halal di Japang sebagai referensi saat melancong ke sana.

Review Wailela Cafe
  • Suasana
  • Kebersihan/Kenyamanan
  • Makanan/Minuman
  • Harga
4.5

Ada komentar? Silakan...