Uniknya Kuliner Legendaris Mangut Lele Mbah Marto

Mangut adalah masakan ikan khas Jawa Tengah yang menyerupai gulai. Bumbu-bumbu yang digunakan pada mangut antara lain bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai merah dan jahe. Kalau di kota Semarang ikan yang digunakan untuk masakan ini adalah ikan pari/iwak pe, sedangkan di Yogyakarta untuk mangut digunakan ikan lele.

Terletak di desa Nggeneng di jalan Parangtritis Km 7, Yogyakarta, lokasi Mangut Lele Mbah Marto agak susah ditemui meski peta arah ke warung ini sudah tersedia di gmaps. Alhasil saya harus menggunakan gps (gunakan penduduk setempat) a.k.a bertanya pada warga untuk menemukan kuliner yang melegenda ini.. hehe.

Menyaksikan Proses Memasak Mangut Lele

Ada sensasi tersendiri ketika berkunjung ke warung ini, karena makanan diambil langsung dari pawon alias dapur Mbah Marto yang sederhana. Dengan begitu, saya dapat menyaksikan langsung proses memasaknya.

mangutlele-kulinerasyik2

Mangut lele dimasak dalam kuali besar di atas tungku kayu, yang tentunya menambah aroma unik tersendiri pada masakan khas ini. Hati-hati jangan terlalu lama menyaksikan proses memasak menggunakan kayu tersebut. Karena asap yang memenuhi seluruh pawon, maka mata akan terasa pedih jika terlalu lama berada di sana.

Aneka Masakan Pendamping Mangut Lele

Masakan yang sudah matang ditempatkan di baskom atau wadah besar dan diletakkan di atas meja bambu. Ada berbagai macam masakan yang menjadi pendamping mangut lele, yang merupakan menu andalan di sini. Ada sayur krecek, opor, garang asem dan sayur daun singkong yang semuanya bisa diambil sendiri sesuai selera.

Saya mengambil mangut lele dan sayur krecek sebagai pendampingnya, sedangkan suami dan kakak saya mengambil lele asap, sayur krecek dan kerupuk.

Setelah mengambil makanan di pawon, saya beranjak ke bagian depan rumah untuk menyantap makanan kami. Pedas adalah rasa pertama yang saya rasakan ketika mencicipi mangut lelenya. Namun pada suapan berikutnya saya dapat merasakan perpaduan antara rasa pedas dan manis. Bumbu-bumbunya terasa meresap hingga ke dalam lele. Sedangkan sayur kreceknya kurang istimewa rasanya. Tapi dengan begitu rasa dari mangut lele tetap dominan.

Lele asap yang diambil oleh suami dan kakak saya rasanya tawar. Pada dasarnya lele asap ini bukan bagian dari menu di sini, karena lele asap nantinya akan dimasukkan ke dalam kuah mangut, tanpa diberi bumbu apapun. Penggunaan lele asap pada mangut dimaksudkan agar lele tidak hancur saat direbus lama.

Saya membayar Rp 85.000 untuk 4 porsi nasi lele yang kami makan. Murah meriah untuk sebuah santapan khas yang legendaris.

-SQ-

Kuliks pernah tau Sauto? Kuliner khas ini juga perlu dicoba saat ke Tegal. Baca ulasannya deh.

Ada komentar? Silakan...