Sauto, Kuliner Khas Tegal yang Terasa Unik di Lidah

Jika sedang berada di kota Tegal, sempatkanlah membeli Sauto, salah satu kuliner khas di sana.
Sauto ini unik karena merupakan perpaduan antara soto dengan tauco. Membayangkan rasanya, pasti makanan ini akan terasa asam manis di lidah karena tauco memliki aroma dan rasanya yang khas.



Sesuai rekomendasi teman, saya menuju kedai Sauto Sedap Malam Pak Jenggot di Jln. Talang, Tegal. Sampai di lokasi, ternyata di sepanjang jalan Talang berjajar penjual sauto dengan plang nama “Sedap Malam”. Akhirnya kami berhenti di warung pertama yang kami temui. Saat  masuk, tidak ada pengunjung lain selain kami. Saat itulah saya curiga kalau kami salah berhenti. Setelah saya perhatikan, di bawah tulisan sedap malam ada keterangan namanya lagi. Warung yang kami datangi ini bernama Putri Talang. Oh no!

Sudah kepalang basah, tidak mungkin kami keluar dari warung. Penjual di warung ini bapak-bapak tua yang menurut saya kurang ramah. Beliau tidak tersenyum melihat kedatangan kami. Mungkin juga karena kami datang kemalaman. Langsung saja kami memesan 2 porsi sauto campur dan teh poci untuk minumannya.

Pesanan kami datang kurang lebih 10 menit. Sauto disajikan dalam mangkuk kecil yang dialasi  dengan pisin plastik. Lapisan paling atas sauto ada taburan bawang goreng dan ada tambahan berwarna kehitaman seperti serundeng. Isian lainnya adalah nasi, ayam suwir, babat, tauge dan daun bawang.

Aduk Rata Sauto Sebelum Dimakan

Saya harus mengaduk sauto ini perlahan agar isinya tidak tumpah. Pada suapan pertama kuahnya terasa manis seperti dikasih kecap, sedang tauconya tidak terasa. Setelah makan beberapa suap, saya melihat kalau kuah milik saya tidak secoklat milik suami. Ternyata saya kurang mengaduknya sehingga tauconya masih tertinggal di dasar mangkok. Setelah saya aduk-aduk kembali barulah warnanya menjadi coklat tauco. Rasanya makin enak. Kuahnya kaya akan rasa manis, asam dan gurih yang bercampur menjadi satu. Bahkan aroma tauco yang aneh tidak terasa sama sekali.

Untuk isian ayam suwir dan babat, rasanya empuk dan gurih. Taburan yang saya pikir serundeng ternyata tulang ayam yang digoreng kering, sehingga ada sensasi crunchy saat dimakan.

Makan di kedai ini dengan menu pesanan 2 mangkuk  sauto, 2 gelas teh poci, ditambah 1 krupuk dan 1 botol air mineral sedang dihargai Rp50 ribu pas. Sebenarnya di meja saji ada piring yang berisi beraneka lauk pendamping seperti tahu tempe goreng, perkedel, paru goreng dan rempelo (ampela) ati goreng. Sayangnya, penampilan lauk-lauk tersebut tidak menarik karena digoreng terlalu kering sehingga terlihat keras.

Yuk icip-icip kuliner khas Tegal yang unik ini. Jangan lupa ya, perhatikan plang nama dengan benar, agar tidak salah masuk seperti saya.

-SQ-

Ada komentar? Silakan...