Croissant Tuna Angel in Us Coffee

Croissant, atau dalam bahasa Indonesia disebut roti bulan sabit, adalah salah satu pastry atau roti yang berasal dari Perancis. Dinamakan roti bulan sabit karena bentuknya memang mirip bulan sabit (wikipedia).

Umumnya, croissant yang khas dengan dengan tekstur roti berlapis-lapis, dimakan begitu saja karena rasanya yang sudah gurih, akibat proses pembuatannya yang menggunakan banyak butter/mentega. Namun kini, semakin banyak tempat kuliner yang berinovasi dan berkreasi menyuguhkan croissant dalam berbagai varian rasa dan isi yang menarik.

Angel in Us Coffee, salah satu gerai kopi asal Negeri Ginseng, Korea Selatan juga tak ketinggalan dalam inovasi makanan Perancis tersebut. Di gerai ini,  dijual croissant dengan aneka isi, selain menu makanan dan minuman lainnya. 

Ceritanya, saya berkesempatan mencicipi croissant tuna yang dibeli suami di satu gerai Angel in us Coffee yang baru buka di Gedung Perkantoran Cibis Nine, Jl. Cilandak KKO, Cilandak, Jakarta Selatan.

Tampilan luar bungkus roti Perancis ini terlihat rapi dengan paper bag warna coklat netral bertuliskan Angel in us Coffee. Gambar malaikat di pojok kiri bawah kemasan memberi sedikit imajinasi bahwa roti ini kiriman dari malaikat. Hehehe..😂 Roti tunanya sendiri dibungkus plastik bening dengan label serupa sebelum dimasukkan ke dalam paper bag.

Berbeda dengan produk croissant isi lainnya yang berbentuk bulan sabit, croissant isi tuna di gerai Angel In Us Coffee ini dibentuk segitiga sama sisi. Kelihatannya jadi lebih besar, ya. Saat dimakan, tekstur rotinya yang tipis berlapis-lapis terasa lembuuuttt banget. Ditambah daging tuna tebal yang mengisi penuh roti ini, sehingga secara keseluruhan terasa gurih, pas, dan enak saat menggigitnya. Rasanya sebenarnya kurang puas jika makan roti ini hanya satu buah. Tapi kalau saya, mikir-mikir lagi untuk sering-sering beli, mengingat harga satuan roti ini sekitar Rp36ribu 😁

Croissant tuna yang dibeli ini termasuk makanan yang awet dalam kemasan takeaway-nya. Saat dibuka di rumah, setelah menempuh perjalanan pulang kurang lebih selama 30 menit dari gerai Angel In Us Coffee, si roti tuna segitiga masih bertahan hangat di dalam paper bag yang dibawa suami, sehingga tidak perlu dipanaskan lagi di rumah.

-Nad-

Ada komentar? Silakan...