Ini Bakpiaku… Mana Bakpiamu?

Tak terhitung berapa merk bakpia pernah saya coba, yang terkenal maupun tidak, yang menggunakan angka sebagai merk maupun nama, yang berisi kacang ijo, keju, coklat sampai yang terunik rasa abon. Besarnya permintaan pasar akan bakpia sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta ini menjadikan produsen bakpia menciptakan aneka kreasi unik baik dari isiannya maupun kemasannya. Hal ini tentu saja dilakukan untuk menarik pembeli. Setelah sekian lama, akhirnya saya menemukan satu merk kue bulat ini yang menjadi favorit saya dan keluarga: Bakpiaku.

Bakpiaku Mungil Aneka Rasa

Saya jatuh cinta pada merk Bakpiaku ini karena kulitnya yang tipis, filling-nya yang banyak, rasanya yang enak dan kemasannya yang mungil.

Ukuran bakpianya sendiri tidaklah besar, hanya berdiameter 4 cm dengan ketebalan isi hampir 2 cm. Sedangkan varian rasa yang ditawarkan antara lain kacang ijo, kumbu hitam, coklat, keju, susu, capucino, durian, green tea dan yang terbaru stroberi. Semuanya sangat menarik untuk dicoba.

Pusat penjualan Bakpiaku berada di jalan Gajah Mada, Yogyakarta dan beberapa cabangnya tersebar di kota gudeg ini. Di tokonya, Bakpiaku dijual dalam 3 kemasan, isi 20 yang dibanderol harga Rp. 47.000, isi 10 Rp. 25.000 dan isi 5 Rp. 15.000. Untuk kemasan isi 5 bentuknya unik, menyerupai bungkus permen dengan warna-warna yang cantik.

Beberapa waktu lalu saya mendapat oleh-oleh dari kakak yang tinggal di Yogyakarta. Ia membawakan Bakpiaku rasa keju favorit saya dan rasa susu yang merupakan favorit suami. Untuk kemasan isi 10 ini warna dusnya putih glossy berukuran 8,5 x 10 x 4,5 cm. Desainnya minimalis, pada bagian atas tutup tertulis mereknya berwarna coklat dengan sedikit ornamen berwarna kuning. Tak lupa ada keterangan jumlah isi dan logo halal MUI. Pada bagian pinggir tutup terdapat gambar varian rasa dan tanggal kadaluarsa.

Saat dus bakpia rasa susu dibuka, aroma harum menyeruak. Kulit bakpianya tipis sehingga langsung terasa filling susu yang berwarna keputihan. Saya pribadi tidak begitu menyukai rasa susu karena rasanya manis sekali, tapi suami saya menyukainya. Filling susunya terasa agak berpasir, mungkin karena menggunakan susu bubuk.

 

Bakpia kejunya tidak jauh berbeda dengan bakpia susu tersebut. Kulitnya tipis, rasa keju yang asin langsung terasa. Filling keju yang berwarna kuning ini ada sedikit rasa manisnya sehingga tidak terasa eneg. Isian kedua varian rasa bakpia ini sangat lembut di mulut, jadi bikin nagih.

Sayangnya Bakpiaku tidak menjual bakpia yang rasanya campur dalam satu dus, sehingga pembeli perlu membeli satu-satu dus sesuai rasa favorit.
Bakpiaku  memang menjual kemasan isi 5 sehingga saya bisa membeli berbagai macam rasa. Tapi yang isi 5 ini hitungan harganya jadi lebih mahal.

-SQ-

Kulinerasyik juga pernah mengulas mengenai bakpia merk lain. Cekidot yaa.

Ada komentar? Silakan...