Kue Keranjang Sin Lok Yen, Legitnya Kudapan Tradisi Imlek

Kue keranjang, atau kue bakul adalah beberapa sebutan untuk satu makanan yang sama, yaitu si dolol Cina. Dalam bahasa Tiongkok, kue ini disebut Nian Gao. Nian artinya tahun, Gao berarti kue. Maknanya, kue ini dihidangkan spesial setahun sekali yaitu pada saat imlek.

Kue khas wajib pada setiap perayaan tahun baru Cina ini, turun temurun dihidangkan di Tiongkok, begitu juga bagi warga keturunan Tionghoa di Indonesia. Disebut kue keranjang karena bentuk cetakannya yang seperti keranjang. Konon, bentuknya yang bulat melambangkan agar keluarga yang memakannya dapat terus bersatu, rukun dan harmonis untuk menghadapi tahun baru.

dodol-cina-kue-keranjang
Dodol Cina

Di luar tahun baru itu, dodol ini memang jarang ditemukan, karena diproduksi musiman, yaitu saat menjelang imlek saja. Di Tiongkok sendiri ada kebiasaan makan kue keranjang sebelum makan nasi, yang dipercaya untuk mendapatkan keberuntungan.

Manis Kenyal Kue Keranjang Sin Lok Yen

Tidak merayakan imlek tapi ingin mencicipi kue bakul? Bisa aja kok. Dodol ini, sebagaimana kue-kue hits lainnya mudah ditemukan di berbagai supermarket, hingga dijual online saat menjelang imlek dan cap gomeh.

Sin-lok-yen-kue-keranjang
Kemasan Sin Lok Yen

Salah satu brand yang meramaikan pasar dodol Cina adalah Sin Lok Yen. Dikemas dus merah & emas khas Tiongkok, penampilannya tampak eye catching, cocok untuk diberikan sebagai bingkisan. Kotak kue bakul Sin Lok Yen bisa dipilih isi 2 ataupun 4 bulatan dodol berbungkus plastik dengan diameter sekitar 9 cm dan tinggi 4,5 cm.

Di kemasannya tertulis komposisi bahan pembuat dodol, yaitu: ketan, gula putih, air. Ini cukup menarik, karena kebanyakan pembuatan dodol ini menggunakan gula merah atau gula aren.

Rasa Sin Lok Yen manis legit khas dodol Cina, dengan tekstur kenyal dan lengket. Perlu effort lebih untuk memotong-motongnya, apalagi jika baru diproduksi. Itu sebabnya warga Tionghoa mengonsumsi kue keranjang 20 hari setelah imlek. Selain karena filosofi tradisi, juga karena saat itu tekstur dodol sudah lebih keras. Jika disimpan dengan benar, dodol ini awet hingga setahunan lho.

Sin-lok-yen-kue-keranjang-1
Kemasannya Cantik untuk Bingkisan

Overall, kue keranjang Sin Lok Yen yang berlabel halal ini enak untuk nyemil teman nge-teh. Cara mengonsumsi kue ini, bisa langsung, ataupun digoreng tepung yang gak kalah nikmat. Dan, cukup mengenyangkan buat saya yang makan potongan seperdelapannya.

-Cemil-

Baca juga kue khas Sukabumi ini: Mochi.

Review Kue Keranjang Sin Lok Yen
  • Kemasan
  • Tampilan
  • Rasa
4

6 komentar pada “Kue Keranjang Sin Lok Yen, Legitnya Kudapan Tradisi Imlek

  • Januari 26, 2021 pada 6:27 pm
    Permalink

    saya suka banget dengan kue keranjang yang hanya saya temukan saat imlek saja, beberapa teman saya yang merayakan banyak yang suka kasih kue ini

    Balas
  • Januari 27, 2021 pada 9:57 am
    Permalink

    Dodol yang muncul pas Imlek ini saya doyan banget. Saya punya keluarga besar yang berasal dari aneka macam agama dan suku. Ada yang merayakan Imlek, jadi pernah nyicipin dodol Imlek, meski enggak merayakan Imlek. Saya suka banget nuansa perayaan Imlek. Biasanya nyari tontonan pertunjukan barongsai, terus nyicip menu-menu kuliner yang muncul pas Imlek. Sedihnya sekarang pandemi gini. Hiks hiks.

    Balas
    • Januari 27, 2021 pada 12:32 pm
      Permalink

      iya ya pasti sepi pertunjukan imlek kali ini.. yaa makan dodolnya aja deh hehe

      Balas
  • Januari 27, 2021 pada 12:36 pm
    Permalink

    Waktu di Bandung kadang beli dodol cina ini. Enak dan khas rasanya. Kenyal keras.
    Sekarang mah di Limbangan Garut tidak lihat lagi. Adanya dodol Garut doang, he he.

    Kagum dengan kue keranjang karena teksturnya bisa kenyal keras gitu tapi tetap enak dimakan. Kalau dodol yang biasa saya makan kenyal lembek.
    Jadinya karena itulah kue keranjang populer.
    Saya juga makannya dikit da terlalu manis legit. Tapi pasti nantinya akan dihabiskan, he he.

    Senang ada kue keranjang yang cantik kemasannya.

    Balas
  • Januari 27, 2021 pada 7:49 pm
    Permalink

    Baru tahu kalau dodolnya bisa tahan selama setahun. Penasaran, saya belum pernah cobain ….

    Balas
    • Januari 30, 2021 pada 9:24 pm
      Permalink

      SekaliĀ² coba kak. Jelang Imlek pasti banyak yang jual

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *