Roti John, Sandwich Paaanjang… yang Empuk

Roti John ialah sandwich dengan isian telur, daging cincang dan sayur-sayuran dan biasa dijadikan sarapan oleh orang Malaysia dan Singapura. Namun kini roti ini juga banyak ditemui di pasar malam di kedua negara tersebut.

Menurut Wikipedia penamaan makanan ini diambil dari bahasa Hindi ‘roti’ sedangkan John karena pengaruh kolonial Inggris, dan pada masa itu warga lokal menyebut orang kulit putih dengan sebutan John.

Saat ini penjaja roti John mulai banyak ditemui di Indonesia, salah satu yang paling viral di media sosial adalah Roti John Surabaya. Saya bukan mau membahas roti ini, melainkan roti John yang secara tidak sengaja saya temukan di daerah Bintaro, Tengerang. Tepatnya di Ruko Venice  Graha Raya Bintaro, saya melihat penjual  roti ini dan tertarik membelinya untuk take away.

Roti John Lembut Sarat Rasa

Saya pesan kedua jenis roti yang tertera di menu, yaitu roti John manis dan klasik masing-masing dengan harga Rp 20.000 dan Rp 22.000. Kalau yang dijual di Singapura/Malaysia, adalah roti John klasik yang berisi daging cincang, sayuran, bawang bombay, mayonaise dan saus sambal. Mungkin untuk menyesuaikan selera lokal, maka di Indonesia dijual juga varian manis yang berisi meses, keju dan pisang.

Proses memasak roti ini seru untuk dillihat. Pertama, adonan telur dituang ke pan datar, kemudian roti yang telah dibelah diletakkan di atas telur dengan posisi bagian dalam roti yang menempel pada telur. Setelah telur matang, roti dibalik sehingga bagian luar roti juga terpanggang di atas pan. Roti pun diangkat dari pan dan mulai diberikan berbagai isian. Lihat videonya di bawah ini.

Roti yang digunakan pada roti John ini mirip roti untuk hotdog kekinian, namun ukurannya lebih panjang. Sangat panjang sehingga setelah jadi, roti dapat dipotong-potong menjadi 8 potong ukuran potongan martabak. Rotinya berupa roti empuk bukan roti baguette yang keras. Dan untuk roti klasik yang saya pesan, dagingnya sudah dicampur pada telurnya.

Roti  yang varian klasik menjadi favorit saya dan suami karena isiannya yang sarat rasa. Rasanya seperti makan sandwich lembut  dengan tambahan telur. Meski rasa telur yang menempel pada rotinya kalah dominan dengan isian lainya.

Untuk varian manis, rasanya standar roti bakar coklat keju pisang. Telurnya lebih terasa bila dibandingkan dengan varian klasik.

-SQ-

Ada komentar? Silakan...