Bakso Taman Solo, Rasa Khasnya Menggoyang Lidah

Sebagai penggemar bakso, ada beberapa warung bakso yang menjadi favorit dan langganan saya. Salah satunya adalah warung bakso Taman Solo yang berlokasi di jalan Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat. Terletak persis di sebelah Apotik Taman Solo, warung bakso ini sudah berjualan sejak saya masih kecil. Dan semakin ke sini, warung bakso ini terlihat semakin ramai dikunjungi.

Warung bakso ini tidak memiliki lahan parkir sendiri. Tapi karena letaknya yang berada di pinggir jalan dan persis di samping apotek, maka pengunjung dapat menitipkan kendaraannya di parkiran apotek atau di parkiran ruko-ruko sekitarnya.

Sederhana tapi Laris

Warung bakso Taman Solo tampaknya tetap mempertahankan bentuknya sejak dulu: sederhana, tidak besar, hanya ada 3 meja panjang plus 1 meja pendek yang jika ditotal mungkin bisa untuk sekitar 20-an orang makan bakso pada waktu yang bersamaan.

Meskipun sederhana, tapi ruamenyaaa…. terus menerus tiada henti. Tapi pengunjung tak perlu khawatir antri lama untuk penyajiannya. Meskipun tempatnya tidak besar, tapi karyawannya banyak. Di bagian “gerobak bakso”nya saja standby 3 orang yang memiliki peran masing-masing, yaitu menerima pesan, menyiapkan mie/bihun, dan menyiapkan bakso. Lalu terdapat 1 orang bagian kasir dan beberapa karyawan lainnya yang dengan sigap mengantarkan minuman ataupun jika ada pelanggan yang memerlukan sesuatu.

Bakso Urat, Favorit di Bakso Taman Solo

Satu porsi bakso dijual seharga Rp. 18.000, boleh pilih pakai mie kuning atau mie putih (bihun), pakai bakso besar (urat) atau bakso kecil. Favorit saya adalah bakso urat, ukurannya lebih besar dari bola pingpong tapi lebih kecil dari bola tenis, kira-kira diameter 4 cm-an. Kalau tanpa mie/bihun, 1 porsi bisa 3 bakso besar + 1 bakso kecil atau 1 bakso besar + 5 bakso kecil. Kalau dengan mie/bihun, bakso kecilnya dikurangi 1 butir 😁

Rasa bakso Taman Solo terasa gurih khas, tidak amis daging, teksturnya lembut sehingga tak susah dikunyah. Begitu pun bakso urat, uratnya tidak keras dan tidak bikin nyelip di gigi. Ditambah si sambal cabe rawitnya yang khas, gurih kuahnya makin membuat ingin nambah lagi dan lagi..

Di sini juga terdapat beberapa kaleng kerupuk yang menggantung dan bisa diambil sendiri tanpa harus dilayani dengan harga Rp. 1.500 per kerupuk. Makan bakso pakai kerupuk yang renyah mungkin aneh untuk sebagian orang. Tapi bagi saya pribadi, sensasi ketika kerupuk dicelup ke kuah bakso merupakan kenikmatan tersendiri sebagai pelengkap makan bakso.




Untuk pilihan menu minuman, di warung bakso Taman Solo tidak terlalu banyak. Hanya jeruk (hangat/es), teh kemasan botol, air mineral kemasan botol, kelapa muda, dan kelapa jeruk dengan harga berkisar Rp. 3.000 sampai Rp. 12.000.

Penasaran dengan rasa bakso Taman Solo kesukaan saya ini? Silahkan ber-kuliner asyik dengan mampir ke Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat. Jangan kesorean, bisa-bisa kehabisan saking larisnya.

-Nad-

Rekomendasi bakso asyik lainnya di Jakarta, baca ini ya : Bakso Jenggo.

Ada komentar? Silakan...