Rawon Nguling, si Kuah Coklat yang Kesohor



Rawon, makanan berkuah hitam ini adalah salah satu kuliner khas Jawa Timur. Kuah rawon menggunakan kluwek sebagai salah satu bumbu masaknya, sehingga berwarna hitam. Di Malang, tepatnya di jalan Zainul Arifin, ada satu rumah makan yang terkenal akan masakan ini. Rawon Nguling namanya.

Kata “Nguling” diambil dari nama kecamatan di kota Probolinggo tempat asal rumah makan tersebut. Dari depan, rumah makan ini terlihat kecil tapi begitu masuk ternyata areanya memanjang ke belakang. Tidak banyak perubahan pada resto yang sering saya kunjungi bersama orang tua saat kecil dulu. Di bagian tengah rumah makan ada area kasir dan dapur kecil tempat rawon disajikan.

Nikmatnya Rawon Nguling

Makanan pesanan saya tiba, 1 porsi rawon campur dan 1 porsi babat iris. Kuah rawonnya terlihat berwarna coklat bukan hitam pekat seperti rawon pada umumnya. Dagingnya yang berpotongan cukup besar diletakkan di atas nasi. Sebelum mencampurkan sambal ke piring, saya mencicipi kuahnya terlebih dahulu karena sudah lama sekali saya tidak ke sini. Rasanya enak, gurih dan sedikit manis.

Tambahan sambal dan toge pendek pada kuah makin menambah nikmat rawon nguling ini. Toge pendek ini memberi sensasi krius-krius saat dimakan. Saat digigit dagingnya tidak alot dan terasa bumbu-bumbu rawon yang meresap dengan baik.

Di meja juga tersaji 1 piring berisi lauk-lauk yang biasa dijadikan pendamping rawon, seperti tempe goreng, mendol, paru, babat dan perkedel. Tapi saya sudah memesan 1 porsi babat iris. Babat yang dibacem kemudian dipotong-potong melintang. Rasa manis babat ini tidak dominan tapi teksturnya empuk sekali.

Tidak lama berselang es dawet pesanan saya pun sampai di meja, penampilannya menarik. Santannya berwarna kehijauan dengan gula aren di dasar gelas. Tak sabar saya pun mengaduk dan meminumnya. Rasanya segar, dawetnya kenyal, tapi santannya manis sekali. Seharusnya tadi saya tidak mengaduk seluruh gulanya.

Makan di depot Rawon Nguling murah meriah. Seporsi nasi rawon campur dan 1 porsi babat iris dibanderol dengan harga Rp15.000 sedangkan es dawet yang saya minum harganya Rp 10.000.

Perlu Perbaikan Layanan

Kenikmatan Rawon Nguling memang sudah kesohor sejak dulu. Namun perbaikan layanan sangat diperlukan di resto ini. Pengalaman saat saya datang,  5 menit berlalu sejak saya duduk di meja, tapi tak satu pun pelayan mendatangi saya untuk mencatat pesanan atau sekedar memberi buku menu. Padahal saat itu kondisi resto tidak ramai.

Ternyata dua meja di belakang saya pun belum dilayani sehingga ia harus ke meja kasir untuk memanggil pelayan. Akhirnya saya juga mendatangi meja kasir dan langsung order di sana sambil berkomentar tentang pelayanannya yang kurang, dan direspons dengan permintaan maaf.

Selain itu, minuman yang diantar ke meja saya juga awalnya salah, tidak sesuai pesanan.

Yang punya rencana liburan ke Malang, resto yang buka sampai sore ba’da Ashar ini, bisa jadi salah satu rekomendasi destinasi kuliner di kota apel. Makanan dan minumannya bervariasi, dan tentu saja rasanya enak. Hanya disayangkan pelayanannya kurang oke.

-SQ-

Rekomendasi kuliner kota Malang lainnya, baca ini : Kuliner Malang yang Wajib Dicoba

Ada komentar? Silakan...