Kuliner Malang yang Wajib Dicoba

Tanggal 5 September 2017 yang lalu, saya pulang kampung ke Malang. Berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta dengan menggunakan Batik Air penerbangan pukul 7.45 , tiba di Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang pukul 9.15. Pulangnya tanggal 9 September 2017, saya naik pesawat Citilink Malang-Halim.

Perjalanan mudik 5 hari di low season ini sudah saya rencanakan sebelumnya, agar dapat benar-benar menikmati liburan tanpa hectic. Rencana saya juga dimudahkan dengan aplikasi Traveloka, terutama untuk pemesanan tiket pesawatnya. Ini pemesanan yang kesekian kali di Traveloka, karena saya selalu puas dengan layanan online-nya. Pesan tiket pesawat di Traveloka bagi saya sangat mudah dan menguntungkan karena berbagai fitur-nya seperti price alerts, refund guarantee, easy reschedule hingga flight reminder melalui pesan singkat dan surel. Dengan berbagai promosinya, harga tiket penerbangan di Traveloka juga sering ada diskon.

Satu lagi yang menarik, setiap pesan tiket di Traveloka, saya dapat sejumlah poin untuk dikumpulkan, yang jika mencapai jumlah tertentu bisa ditukar aneka reward. Reward-nya mulai dari tiket penerbangan, hotel, sampai trip travel! Mantap kan… Praktis, aman, menguntungkan. Pokoknya judulnya saya bebas khawatir selama mudik dengan pesan tiket di Traveloka.

Oya, mau tahu ke mana saja destinasi saya selama di Malang? Kali ini saya berwisata kuliner di Malang.

Wisata Kuliner Malang

Berkunjung ke Malang selain untuk menikmati wisata alamnya, mencicipi kuliner Malang juga harus diagendakan. Kota kecil di Jawa Timur ini memang berkembang dan banyak berubah. Namun, kuliner-kuliner jadul kota Malang tetap bertahan di tengah gempuran kuliner modern. Bakso Cak Toha yang sebelumnya pernah dibahas adalah salah satu kuliner recommended di Malang. Buat yang belum baca ulasannya, bisa dilihat di sini. Selain itu, masih banyak kuliner asyik lainnya di kota kelahiran saya ini.

Berikut adalah rekomendasi beberapa kuliner Malang yang jadul plus sedikit kuliner modern di sana yang wajib dicoba. Monggo disimak.

1. Menjes

Terbuat dari ampas pembuatan tahu atau tempe, Menjes berwarna hitam dengan tekstur lembut dan terasa sedikit berpasir. Kuliner Malang tradisional ini biasanya digoreng tepung, dijajakan oleh tukang gorengan dan dimakan menggunakan petis. Enak banget deh.

Tidak seperti di Jakarta, di Malang tukang gorengan biasanya berjualan mulai sore hari dan bukan di gerobak-gerobak tapi berupa warung-warung kecil. Saya biasa membeli menjes di tukang gorengan di perumahan Araya dengan harga Rp1.000 per buahnya.

2. Pukis Madonna

Madonna terkenal sebagai pelopor terang bulan (martabak manis) Bangka di Malang yang berada di Gajah Mada Plaza. Selain terang bulan, Madonna juga menjual pukis yang menjadi favorit saya. Pukis Madonna sepertinya menggunakan adonan yang sama dengan adonan terang bulan, tidak seperti pukis Banyumas yang menggunakan santan. Hal tersebut membuat kuliner Malang yang satu ini terasa seperti cake yang agak bantat, tapi tetap enak. Rasa favorit saya adalah kornet, keju dan meses. Pukis rasa meses ini rasanya sedikit crunchy. Harga per buahnya Rp5.000.

3.Hot Cui Mie Gloria

Cui Mie adalah mie ayam khas Malang. Ayamnya dicincang hingga halus dan tidak dimasak menggunakan kecap sehingga berwarna putih. Sayur yang digunakan pada cui mie adalah daun selada.

Hot Cui Mie adalah cui mie versi modern. Topping mie yang digunakan bukan ayam cincang halus, melainkan ayam/ kekian udang/ jamur goreng tepung yang disiram dengan saus pedas. Hot Cui Mie disajikan dengan pangsit berbentuk mangkuk. Favorit saya hot cui mie jamur yang dibanderol dengan harga Rp20.000. Bagi yang tidak menyukai pedas, tersedia juga saus non hot.

4. Jajanan pasar

Kuliner Malang lainnya adalah serabi kuah, lumpur bakar dan perut ayam yang merupakan jajanan pasar yang hanya ada di Jawa Timur.

Serabi kuah di Malang berbeda dengan serabi dari Bandung. Serabi Malang ukurannya lebih tipis, berwarna putih dengan sedikit corak hijau dan memiliki sarang/ lubang lebih banyak. Kuah santannya manisnya pas dan tidak kental.

Lumpur bakar terbuat dari tepung terigu, tepung beras, telur dan santan yang dimasak menggunakan api atas dan bawah. Sehingga bagian atas lumpur bakar berwarna kehitaman. Lumpur bakar ini lembut dan lumer di mulut. Wajib dicoba kalo lagi ke Malang.

Kue terakhir yang saya cari adalah perut ayam. Entah kenapa dinamakan perut ayam, mungkin karena bentuknya menyerupai usus ayam yang melingkar. Kue yang terbuat dari tepung terigu ini rasanya kenyal dan sedikit manis, tapi kue ini sangat berminyak.

Ketiga kue ini saya beli di toko buah Lai Lai di jalan Semeru. Kisaran harganya Rp5.000.

5. STMJ

Susu Telur Madu Jahe yang disingkat STMJ adalah salah satu kuliner malam hari di kota Malang. Kuning telur ayam kampung mentah yang dikocok kemudian dituangi susu hangat, jahe dan madu ini dapat menghangatkan tubuh di tengah udara malam kota Malang yang dingin.

Ada beberapa tempat yang menjajakan STMJ ini, salah satunya di sentra kuliner Pulosari yang juga menjual jagung bakar.STMJ ini juga ada yang rasa coklat lho.

6. Bakso Bakar Pak Man

Tak lengkap rasanya kalau ke Malang tidak makan bakso bakar. Kali ini saya tidak berkunjung ke warung bakso bakar langganan saya di Blimbing karena teman saya mengajak makan bakso bakar Pak Man di jalan Diponegoro. Selain menjual bakso bakar, warung ini juga menjajakan bakso kuah tapi variannya hanya bakso halus, bakso kasar dan tahu yang masing-masing dibanderol dengan harga Rp3.000.

Saya memesan bakso bakar tidak pedas, sayang rasanya kemanisan dan tidak ada rasa bumbu-bumbu selain kecap dan saus tomat saja. Sepuluh butir bakso bakar di sini dibanderol dengan harga Rp30.000. Untuk minumannya terbatas pada teh kemasan botol saja.

7. Pentol

Kalau Bandung punya cilok, Malang punya pentol. Kuliner Malang pentol menyerupai bakso tapi dagingnya lebih sedikit bahkan kadang tidak pakai daging, ukurannya lebih kecil dan penyajiannya tanpa kuah. Pentol disajikan dengan saos tomat/ saus sambal. Pentol favorit saya yang dijajakan dekat SMAN 8 seharga Rp5.000 per porsi.

8. Leker Nov’s Kitchen

Meskipun lekker merupakan jajanan jadul tapi Leker Nov’s kitchen ini tergolong baru di kota Malang. Saya menggunakan jasa ojek online untuk membelinya biar praktis. Karena saya menerima lekker ini dalam keadaan tidak panas lagi, adonan lekker-nya tidak begitu crispy lagi. Tapi rasa ovomaltine-nya juara karena ada sensasi crunchy dan isiannya pun tidak pelit. Rasa lain yang saya coba adalah mocca oreo. Mocca-nya agak berkaramel sehingga lengket di gigi, tapi potongan oreonya besar-besar. Harga lekker ini bervariasi antara Rp6.000 sampai Rp8.500.

Selain 8 yang sudah disebutkan di atas, masih banyak kuliner dari kota Malang lainnya yang unik dan enak rasanya. Ini salah satunya yang bikin saya selalu kangen mudik, tentunya dengan pesan tiket pesawat melalui Traveloka agar poinnya terus bertambah. 😉

Simak terus Kuliner Asyik ya…

-SQ-

Ada komentar? Silakan...