Kulineran Di Pasar Gede Solo

Dalam bahasa Jawa gede berarti besar, jadi Pasar Gede adalah pasar besar kota Solo. Terletak di jalan Urip Sumoharjo dan dekat dengan Balaikota, pasar ini cukup terkenal di Solo, selain pasar Klewer. Pasar Gede juga pernah memperoleh gelar pasar terbaik Jawa Tengah pada tahun 2011.

Selain menjual kebutuhan pokok seperti sayur mayur, daging dan buah-buahan, Pasar Gede juga menjual aneka panganan khas Solo, bahkan terdapat lorong khusus jamu di sini.

Rasanya menyenangkan masuk ke dalam pasar ini. Ada penjaja cambuk rambak, lenjongan, dawet telasih,sambel pecel, ayam goreng dan aneka keripik daleman seperti kripik paru, usus ayam dan ceker. Ah, rasanya ingin mencicipi semuanya.

Aneka Jajanan Khas Solo di Pasar Gede

Mau tau apa saja jajanan khas Solo? Berikut ulasan 3 kuliner khas enak yang dijual di Pasar Gede.

1. Lenjongan

Lenjongan adalah jajanan pasar yang mayoritas terbuat dari umbi-umbian, disajikan dengan parutan kelapa dan siraman gula Jawa atau taburan gula pasir. Lenjongan umumnya dijadikan kudapan pagi. Salah satu penjaja lenjongan di Pasar Gede adalah Yu Sum, yang menawarkan beragam varian seperti cenil, gatot, thiwul, gendar, sawut, ketan putih dan hitam, grontol serta klepon.

Pembeli dapat membeli lenjongan campur atau memilih sesuai kegemaran. Harga yang ditawarkan antara Rp 3.000 s/d Rp 5.000.

2. Dawet Telasih

Minuman segar berwarna hijau yang terbuat dari tepung beras ini berbeda dengan dawet pada umumnya. Dawet telasih yang banyak dijajakan di Pasar Gede ini isiannya tidak melulu dawet, namun ada tambahan selasih, ketan hitam dan bubur sumsum.

Semangkuk kecil dawet telasih dibanderol dengan harga Rp 10.000. Karena mangkuknya yang kecil, seporsi dawet telasih ini kurang ‘nendang’ buat saya. Adapun pemanis yang digunakan pada dawet telasih bukanlah air gula Jawa melainkan air dari gula pasir biasa.

3. Timlo Sastro

Penjaja Timlo Sastro terletak di belakang Pasar Gede dekat dengan TPA, dan tempat ini selalu ramai pengunjung. Timlo sastro berdiri sejak tahun 1952 dari sebuah warung tenda.

Timlo adalah makanan berkuah bening berisi suwiran ayam, telur pindang dan sosis Solo, yaitu kulit risol yang digoreng. Terkadang ada tambahan ati ampela juga.

Sayangnya saat saya beli, ati ampelanya sudah habis, jadilah saya hanya dapat menu timlo biasa. Kuah timlo di sini rasanya light, perpaduan antara kaldu ayam, bawang putih dan lada. Ini adalah salah satu kuliner Solo yang selalu ngangenin.

-SQ-

Kalau Kuliks sedang ke Solo, jangan lupa juga mampir Tengkleng Rica Pak Manto ya.. Ini juga kuliner khas yang kesohor di kota asal Pak Presiden Jokowi 😊.

Ada komentar? Silakan...