RS Omni Pulomas Sajikan Makanan ala Resto tuk Pasien Rawat Inap

Apa yang pertama dilakukan saat Kuliks sakit atau punya gejala penyakit? Umumnya pertolongan pertama di rumah, adalah memperhatikan pola makanan yang dianggap sehat, bukan? Misalnya dengan mengurangi junk food, dan makan gizi seimbang. Tambahannya, ada juga yang makan obat tradisional atau obat bebas.

Yak, makanan dan pola makan memang berpengaruh banget terhadap tubuh. So, jika tubuh dilanda sakit, asupan makanan wajib diperhatikan. Tergantung sakitnya, ada juga pantangan-pantangan makanan yang harus diikuti untuk memperbaiki tubuh yang sakit. Lalu, apakah makanan untuk orang sakit selalu terasa tidak enak? Anggapan kebanyakan orang seperti itu. Apalagi makanan di rumah sakit yang sering disebut-sebut tak punya rasa.

Opname di RS Omni Pulomas

Normalnya, tidak ada orang yang mau sakit ya. Tapi apa daya. Gangguan dan ancaman yang menimbulkan penyakit, selalu ada di sekitar kita.

Selain karena virus/bakteri yang menyerang langsung maupun lewat perantara, penyakit juga bisa datang dari diri sendiri. Ini terjadi umumnya saat seseorang dilanda stress berlebihan, sehingga membuat organ-organ dalam tubuh terganggu. Medis menyebutnya gejala Psikosomatis, yaitu pikiran sakit yang mempengaruhi tubuh sehingga memunculkan penyakit fisik. Seperti pengalaman saya.

Saya pernah mengalami gejala psikosomatis akibat tekanan pekerjaan saat itu. Gejala ini sulit dilihat dan baru tampak efeknya setelah muncul penyakit fisik yang mengikutinya. Seperti gangguan lambung (maag), sering migrain bahkan sampai vertigo, serta sakit atau nyeri di sekujur badan. Puncaknaya, tiba-tiba saya mengalami radang tenggorokan yang parah, sama sekali tidak bisa menelan minuman apalagi makanan, ditambah demam tinggi.

Setelah mencoba mengobati sendiri selama 2 hari dan tidak membaik, saya memutuskan periksa ke RS Omni Pulomas. Saya pilih berobat ke rumah sakit karena jejak Rekam Medis, riwayat penyakit kita dapat terlacak dengan baik di sistem rumah sakit.

rs-omni-pulomas
RS Omni Pulomas (pict: omni-hospitals.com)

Di hari Minggu pagi saat itu, tidak ada dokter spesialis yang praktek, jadi saya ditangani oleh dokter jaga UGD. Setelah diperiksa sebentar, langsung dilakukan tindakan untuk cek lab, sekaligus pasang infus untuk mengganti cairan tubuh dan memasukkan obat demam lewat vena.

Hasil pemeriksaan laboratorium, angka leukosit hampir mencapai 23.000 (normalnya di bawah 10.000). Dokter langsung menyarankan untuk opname (rawat inap) agar dapat diobservasi lebih lanjut oleh dokter spesialis penyakit dalam. Akhirnya saya di opname di RS Omni Pulomas.

RS yang terletak di Pulomas, Jakarta Timur ini dulu bernama RS Ongkomulyo, memakai salah satu nama dokter spesialis kejiwaan, karena awalnya memang spesialis Rumah Sakit Jiwa.

Kemudian rumah sakit ini mulai menerima pasien umum. Dan sejak menjelma menjadi RS Omni Medical Care (OMC), standarnya jadi lebih modern, sebagaimana RS Omni di tempat lainnya. RS Omni Pulomas sendiri sudah terakreditasi Paripurna (bintang 6) dan menerima beberapa penghargaan dalam hal service/pelayanan kesehatan.

Makanan di Rumah Sakit pun Bisa Menggugah Selera

Saat sakit melanda, rasanya seluruh organ tubuh menolak untuk makan. Mulai dari mulut yang rasanya pahit, mata pedih, tenggorokan sakit, perut mual dan sebagainya. Tapi pengalaman dirawat di RS Omni Pulomas agak berbeda.

Makanan yang diberikan untuk pasien rawat inap di rumah sakit ini disajikan dengan penuh warna-warni sehingga menarik secara visual. Baik makanan utama, sayur juga buah-buahannya terlihat eye caching dengan penataan yang cantik.

makanan-di-rs-omni-pulomas-2
makanan-di-rs-omni-pulomas
Makanan rumah sakit ala resto yang menggoda

Apalagi rasanya seperti masakan restoran yang menggugah selera. Ini dapat memancing selera dan melawan rasa pahit di mulut. Meskipun mengikuti “diet” yang disesuaikan oleh ahli gizi demi kebutuhan pasien, ternyata makanan di rumah sakit juga bisa punya tampilan dan rasa yang enak.

Alhasil, berkat penanganan RS Omni Pulomas yang sigap dan telaten, serta didukung makanan ala restonya yang lezat, saya pun berangsur pulih. Dan setelah seminggu dirawat inap, serta mempertimbangkan kondisi fisik saya yang jauh membaik, dokter pun memberi izin pulang.

Saat itu dokter menjelaskan bahwa sakit yang saya alami adalah psikosomatis karena beban pikiran. Jika pikiran tidak terbebani, maka organ-organ dalam tubuh akan bekerja dengan baik serta merespon makanan dan minuman sehat yang masuk sebagai gizi yang diperlukan tubuh, bukan sebagai musuh.

So, hati-hati ya Kuliks. Bukan cuma virus dan bakteri yang harus diwaspadai. Pikiran dan hati pun harus dijaga, agar kesehatan tubuh tetap prima. Wajib dijaga apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Keep positive & stay healthy yaa…

Tips: Cari RS atau Dokter, Mudah via Halodoc

Btw canggihnya masa sekarang ini, untuk cari pertolongan pertama gangguan kesehatan, tinggal mainin jempol aja lho. Udah tau caranya?

Caranya, pakai aplikasi Halodoc yang bisa diunggah dari PlayStore/AppStore, atau bisa buka via browser halodoc.com. Di sini kita bisa cari informasi rumah sakit dan klinik terdekat, serta buat perjanjian dengan dokter. Lalu ada juga fitur chat untuk konsultasi dengan dokter, serta beli obat online via Halodoc.

halodoc-kulinerasyik
Aplikasi Halodoc

Selain itu, ada A-Z artikel kesehatan yang bermanfaat untuk menambah wawasan. Misal, kalau mau tahu lebih banyak tentang gangguan psikosomatis seperti cerita di atas, klik artikel, lalu ketik “psikosomatis” di kolom pancarian. Muncul deh deretan artikel yang dicari.

rs-omni-pulomas-halodoc

Komplit ya, all in one aplikasi Halodoc betul-betul praktis, memudahkan segala hal tentang kesehatan dan layanannya. Bisa diakses di mana pun dan kapan pun.

-Nad-

3 thoughts on “RS Omni Pulomas Sajikan Makanan ala Resto tuk Pasien Rawat Inap

  • Juli 27, 2020 pada 6:55 pm
    Permalink

    menarik banget! kalo sajian makanannya ala resto, pasien juga bersemangat makan makanannya juga hihi

    terima kasih sudah sharing! 😉

    Balas
    • Juli 28, 2020 pada 7:49 am
      Permalink

      Iya kak, jadi semangat makan dan cepet pulih ya.. terima kasih juga sudah berkunjung 🙂

      Balas
  • Juli 29, 2020 pada 2:58 am
    Permalink

    wah kalau makanan enak sih jadi nafus makannya, secara kalau di rs menunya saja gak enak gimana mau makan ya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *