Colak Colek Pedas Sambal Khas Karmila

Warna merah menyala memang selalu menarik perhatian. Begitu juga dengan plang nama Sambal Khas Karmila dengan background merahnya.

Resto spesialis aneka sambal dan masakan khas Indonesia ini, termasuk waralaba yang berkembang pesat di Bandung, Jakarta dan beberapa kota di Indonesia. Konsep resto Sambal Khas Karmila tak jauh beda dengan brand lainnya yang masih satu manajemen: Warunk Upnormal atau Bakso Boedjangan. Grup resto ini mengangkat makanan lokal sederhana menjadi kuliner kekinian yang banyak dicari orang.

Kami berkunjung ke Sambal Khas Karmila cabang Tebet, yang lokasinya stategis, masih satu area dengan Stasiun Tebet, Jakarta Selatan. Keluar stasiun tinggal jalan sedikit melipir ke kiri jalan, akan terlihat plang merah dengan logo Mbak Mila itu.

Satu hal yang jadi ciri resto ini di cabang Tebet, adalah banyaknya ojek online yang berkumpul di jalan depan resto. Sebenarnya agak mengganggu pemandangan, dan agak menyusahkan kendaraan yang akan parkir masuk ke resto. Tapi ini diizinkan (dibiarkan), karena para ojek online ini memang menunggu order makanan via online, serta tempat mangkal untuk menunggu penumpang.

Masuk ke resto Sambal Khas Karmila, ruangannya cukup luas. Tersedia pula ruangan khusus (private room) yang dipisahkan dinding kaca. Private room ini ada sekat ruangnya sehingga dapat dibagi menjadi 3 ruang.

Meja bangku kayu standar tampak memenuhi ruangan yang dindingnya dihiasi beberapa foto menu dan lukisan lain. Simpel minimalis, tapi cukup nyaman untuk kumpul-kumpul.

Menu Menggoda Resto Sambal Khas Karmila

Kami yang datang berempat memesan menu ayam yang harganya @ Rp18.500: ayam bakar 35 rempah, ayam goreng 35 rempah, ayam goreng saos telur asin; lalu lele goreng gurih dilengkapi dengan sambal pedas manis si mbak alias sambal kecap (Rp20.000), ayam goreng melted mozzarella (Rp21.500), ayam goreng tumbuk cabe domba (Rp13.500).

Karena nasinya beragam, kami juga mencoba variasinya: nasi merah gak asik (Rp5 ribu), nasi hainam ala Singapore (Rp6 ribu), nasi pedas khas Mbak Karmila (Rp6 ribu).

Sambal khas di resto ini ada 12 jenis, yang dibagi menjadi 4 level, mulai dari Level Pedas Manja, Level Judes Menggoda, Level Pedas Naga, sampai dengan yang paling pedas yaitu Level Lidah Dewa.

Kami order 3 macam sambal yaitu sambal pete duniawi banget, sambal karmila juara dunia (harganya masing-masing Rp 4 ribuan), serta menguji nyali dengan level lidah dewa yaitu sambal merah domba membara yang disajikan bersama tempe goreng dalam menu tempe penyet (Rp8.500).

Untuk menu makanan nan duniawi (camilan) kami memesan kulit goreng nyoss (Rp15.000), perkedel jagung bakar jatiwangi (Rp5.500) dan kol goreng mentega duniawi (Rp12.000).

Sedangkan menu minuman pemuas dahaga di antaranya kami memesan es durian genit (Rp22.500) dan es teh manis jumbo (Rp9.000).

Menu Indonesia di Sambal Khas Karmila

Order pertama yang diantar ke meja cukup mengagetkan, yaitu minuman es teh manis jumbo. Porsi jumbo yang dipikir untuk satu orang, ternyata adalah 1 pitcher atau berukuran sekitar 1 liter, yang cukup untuk 2-3 orang. Asli kembung diminum sendirian. Haha. Murah meriah banget!

Es durian genit-nya cukup menyegarkan dengan adanya daging durian asli meskipun kurang banyak.

Menu ayam bakar 35 rempah dan ayam goreng 35 rempah menarik dari namanya. Terbayang kalau aroma ayam ini pasti wangi dan rasanya pun nikmat. Hidangan ini datang cukup lama, mungkin proses memasaknya agak ribet. Teksturnya ayam yang disajikan empuk. Namun untuk 2 menu ini tidak ada aroma rempah seperti yang dibayangkan.

Ayam goreng saos telur asin menggoda dari aromanya yang tercium sejak dihidangkan. Rasanya empuk dan gurih khas telur asin. Enaknya dicocol dengan aneka sambal.

Lele goreng gurih yang dihidangkan terdiri dari 2 ekor lele imut (hehe) yang digoreng garing dan renyah banget.

Ayam tumbuk sambal domba membara adalah ayam goreng berbumbu yang digeprek dengan sambal khas karmila. Di menu ini, bumbu ayamnya tidak terasa, karena didominasi rasa sambalnya yang level dewa.

Ayam goreng melted mozzarella dipesan untuk si kecil yang belum bisa makan pedas. Rasa ayamnya gurih, tidak terlalu berbumbu tapi makin gurih dan nikmat ketika berpadu dengan keju mozarela lelehnya.

Kulit goreng nyoss adalah kulit ayam yang digoreng crispy. Berbeda dengan kulit ayam goreng yang biasanya diberi tepung bumbu, kulit ayam goreng ini diberi taburan berupa remahan lengkuas goreng. Rasa kulitnya juga berbumbu, namun agak terlalu asin di lidah. Enaknya dimakan dengan nasi atau sambal agar tidak keasinan.

Perkedel jagung  bakar jatiwangi jadi primadona kami di resto Sambal Khas Karmila. Rasanya seperti makan sate daging dengan bumbu kecap yang enak dan pas di lidah. Mantap deh tuk appetizer.

Kol goreng mentega duniawi disajikan berupa kol yang diiris lebar-lebar, lalu digoreng dengan margarin panas, sehingga ada gosong-gosong di pinggirannya serta terasa gurih margarin.

Oya untuk variasi nasinya, yang recommended adalah nasi hainam ala singapore karena rasa gurihnya pas untuk dipadukan dengan lauk gurih dan sambal nan pedas ala resto ini.

Suka Sambal Apa di Sambal Khas Karmila?

Mengusung nama Sambal Khas Karmila,  sepantasnya resto ini punya sambal-sambal spesial. Targetnya tak lain penggemar sambal dan masakan pedas khas Indonesia.

Dari beberapa sambal yang kami cicipi, sambal pete duniawi banget rasanya tidak pedas sama sekali karena memang termasuk level Pedas Manja. Sayangnya  petainya pun tidak terlalu terasa karena hanya ada beberapa irisan pete.

Sambal karmila juara dunia termasuk level Pedas Naga yang lumayan pedas. Rasanya pedas namun juga segar karena berpadu dengan sedikit masam dari jeruk limau (1/2 buah) yang disajikan bersama sambal.

Sambal terpedas yang kami pesan (level Lidah Dewa) adalah sambal merah domba membara. Pedasnya memang kebangetan dan membuat keringat bercucuran. Tapi penyuka pedas wajib coba sambal ini.

-Tim Kuliner Asyik-

Ada komentar? Silakan...